Sekali lagi, aku telah merindu untuk kesekian kalinya
Bersama dengan jatuhnya jutaan tetesan air langit, bersama itu pula hadir rasa rindu yang bergelora ini
Hujan telah menyingkap bilik-bilik yang sengaja ku tutup rapi
Hingga suatu nanti akan kubuka dengan senyuman
Hujan telah menyibak tirai bilik itu dengan cara khasnya
Bilik rindu ini telah terbuka
Adalah hujan yang selalu mampu membuat rindu menjadi lebih jelas, tajam, bahkan tidak jarang menyakitkan
Adalah hujan yang menjadi katalisator penguat rasa rindu ini sehingga semakin kuat pengaruhnya
Akan ku katakan lagi adalah hujan yang mampu menghadirkan kenangan-kenangan indah yang membersamai perjuangan kita selama ini
Tidakkah kau juga begitu?
Akan ku tanyakan kepada mereka
Kamu, aku, kita bagaimana?
Di sudut jendela Asrama UI
Bersama tetesan air hujan
23 Oktober 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar