Ujian atau Hukuman???
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Saudaraku,
sering terlintas pertanyaan di benak kita apakah musibah yang kita alami adalah
sebuah ujian atau justru sebaliknya, yaitu sebuah hukuman.
Ketahuilah
bahwasanya ujian dan hukuman itu adalah dua hal yang berbeda, dimana semestinya
kita harus bisa membedakannya. Namun terkadang kita sulit untuk memaknai sebuah
musibah yang kita alami apakah itu sebuah ujian atau mungkin itu adalah hukuman
dari Allah swt.
Di
dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 165, Allah telah menjelaskan dengan jelas
perbedaan antara ujian dan hukuman. Dalam ayat tersebut dikisahkan bahwa
kekalahan umat Islam pada perang Uhud disebabkan kelalaian mereka.
أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا
قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan
mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada perang Uhud), padahal kamu telah
menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada perang Badar),
kamu berkata : ‘Darimana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah : ‘Itu dari
(kesalahan) dirimu sendiri’. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dari
ayat tersebut dijelaskan bahwa kekalahan umat Islam pada waktu perang Uhud
dikarenakan ketidakpatuhan mereka terhadap pemimpin mereka yaitu Rasulullah
saw, dimana waktu itu Rasul menyuruh mereka untuk tetap bertahan di atas gunung
untuk berjaga-jaga. Namun mereka tidak mendengarkan perintah Rasul dan memilih turun
dari gunung untuk mengambil harta rampasan perang. Oleh sebab itu, pasukan
Islam yang tadinya sudah menang akhirnya diserang balik oleh pihak musuh
sehingga umat Islam yang beribu-ribu jumlahnya kalah seketika.
Lalu
mereka bertanya dari mana kekalahan ini, sesungguhnya kekalahan tersebut tidak
lain karena kesalahan mereka sendiri. Jadi, dari cerita tersebut kita dapat
menarik kesimpulan bahwa sesungguhnya ujian itu terjadi apabila kita sudah
berusaha bersungguh-sungguh namun hasilnya tidak sesuai harapan kita. Dikatakan
hukuman apabila kita tertimpa musibah disebabkan oleh kesalahan kita sendiri
entah itu dimasa lalu atau sesaat sebelum musibah itu datang.
Contohnya
: Ketika kita berkendara sepeda motor dengan baik, mematuhi aturan keselamatan
dan lalu lintas namun kita mengalami kecelakaan, itu dinamakan ujian. Sedangkan
jika kita berkendara dengan ugal-ugalan tanpa menggunakan helm dan kemudian
kita mengalami kecelakaan maka itu dinamakan hukuman karena itu terjadi
disebabkan kelalaian kita.
Ketika
kita mengalami musibah jangan langsung mengatakan itu adalah sebuah ujian
karena bisa jadi itu sebuah hukuman karena kelalaian kita kepada Allah swt.
Jika sudah tahu bahwa itu adalah murni kesalahan kita maka segeralah untuk
bertaubat kepada Allah karena ampunan dan kasih sayang Allah lebih luas dari
dosa yang kita perbuat. Jangan jadi orang yang mudah putus asa dikarenakan
menganggap dirinya tidak terampuni. Namun jangan menjadi orang yang terlalu
optimis juga karena meyakini Allah Maha Pengampun maka dengan seenaknya berbuat
dosa dengan keyakinan bahwa setiap dosa yang dilakukan pasti diampuni. Jangan sekali-kali
berpikiran demikian karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput.
So, segeralah bertaubat.
والله أعلمُ بالـصـواب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar