Sabtu, 24 Juli 2021

Semua Pernah Mengalami Hal Pertama

 

Seandainya tidak ada yang pertama maka tidak akan ada yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya hingga terakhir. Pertama, sebuah awal dari segala-galanya. Tiap yang kedua, ketiga dan selanjutnya selalu memiliki awal. Namun, pertama bisa berdiri tanpa yang kedua dan deret lainnya. Intinya, pertama itu spesial.

Seseorang dalam hidupnya selalu memiliki pengalaman pertama. Pertama kali bisa masak, walaupun cuma masak mie instant. Pertama bisa naik sepeda. Pertama menjadi seorang Ibu. Pertama memiliki mobil pribadi. Pertama memancing ikan di danau. Pertama kali naik gunung. Pertama kali menikmati secangkir teh di beranda rumah diiringi angin sepoi-sepoi. Pertama kali ke pantai dengan pasangan halal. Pertama kali naik haji. Pertama kali menulis di buku harian. Pertama kali menurunkan ego terhadap pasangan. Pertama kali...pertama kali...dan selalu ada yang pertama.

Pertama, yang menentukan selanjutnya.

Sudah rahasia umum bahwa kesan pertama dalam pertemuan pertama akan menentukan pertemuan selanjutnya. Ketika pertemuan pertama mengesankan bagi seseorang, maka orang tersebut akan mengadakan pertemuan selanjutnya. Namun apabila salah seorang atau keduanya merasa pertemuan tersebut tidak mengesankan, maka tidak akan ada pertemuan kedua, ketiga, dan selanjutnya. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan yang pertama dan terakhir. Maka dari itu ‘pertama’ itu sangat penting.

Jika kamu sedang atau baru saja mengalami hal yang ‘pertama’ dalam hidupmu, selamat kamu adalah orang yang berprogres. Kamu mau mencoba hal yang ‘pertama’ dalam hidupmu. Itu adalah sebuah anugerah yang patut kamu syukuri. Banyak orang diluar sana takut untuk mencoba hal yang menjadi ‘ pertama’ dalam hidupnya. Entah takut gagal atau memang karena malas untuk berprogres.

Lalu, apakah sudah begitu berhenti sampai di sini?

Tentu saja tidak, ketika ada yang pertama maka hampir dipastikan kemungkinan besar akan ada yang kedua, ketiga dan ke selanjutnya. Jangan berhenti sampai di sini, perjuangan kamu baru awal. Berhentilah sampai kamu menemukan bahwa langkahmu selanjutnya tidak ada akhirnya. Jika kamu belum menemukannya, maka pantang untuk kamu berhenti.

Berhenti tidak sama dengan istirahat ya dear. Jika kamu sekarang mengalami kesulitan untuk menggapai sesuatu, kamu jangan berhenti tapi jangan lupa juga untuk istirahat. Pentingnya istirahat dalam menambah energi kamu, mampu bangkit untuk menyusun kembali rencana-rencanamu, strategi untuk meraihnya dan melihat kebelakang (evaluasi) apa saja yang menyebabkan kamu belum berhasil meraih impianmu. Di sini aku tidak menggunakan kata gagal karena sejatinya kamu tidak pernah gagal. Ketika kamu mencoba hal baru, maka hanya ada dua kemungkinan yakni kamu sukses dan kamu mendapatkan pelajaran dari apa yang sudah kamu lakukan. There are no loser, just winner or learner. Tidak ada kegagalan. Kegagalan adalah ketika kamu sudah tidak mau untuk melakukan hal baru tersebut. Selama kamu mencobanya, maka selama itu pun kamu akan menemukan pelajaran-pelajaran yang membuat diri kamu semakin tumbuh dan menjadi pembelajar sejati.

Sedih boleh ketika impian kamu belum tercapai, namun jangan pernah menyerah. Ketika kamu menyerah, maka perjuangan kamu selama ini tidak akan ada artinya. Menangislah, karena air mata diciptakan bagi mereka yang bersedih. Menangis bukan berarti kamu lemah. Itu adalah sebuah bentuk ekspresi diri kamu yang sedang berada dalam sebuah permasalahan yang kamu belum menemukan titik temunya. Kamu manusia biasa, maka amat sangat wajar kamu bersedih dan menangis ketika tujuan-tujuanmu belum tercapai, impianmu masih tersendat, dan lorong kesuksesanmu terlihat masih gelap. Tetapi, jangan terlalu lama. Sudahi saja yang sudah berlalu. Ambil pelajaran dari hal-hal kemarin. Jangan biarkan semangatmu patah karena menangis terlalu lama.

Orang-orang sukses di dunia, tokoh-tokoh inspiratif yang kamu kagumi sebenarnya hampir-hampir tidak akan pernah dikenal jika mereka menyerah ketika belum sukses di pengalaman ‘pertama’ mereka. Mereka tidak akan pernah dibicarakan oleh dunia kalau mereka tidak bisa menaklukkan dunia. Mereka tidak akan menjadi juru bicara di seminar-seminar perkuliahan kalau mereka menyerah ketika mengalami kesulitan dalam penelitian lab mereka. Mereka tidak akan pernah mendapatkan penghargaan Nobel jika mereka menyerah mengemukakan teori mereka. Mark Zuckerberg, CEO Facebook tidak akan pernah diketahui dunia jika ia putus asa ketika facebook tidak dihargai ketika awal-awal peluncurannya. Jack Ma tidak akan pernah menjadi salah satu orang terkaya di China apabila ia menyerah ketika banyak keterbatasan yang hadir dalam hidupnya, namun berhasil dilewatinya dan mendirikan Alibaba. Apple tidak akan pernah menjadi smartphone terlaris di dunia jika ia minder ketika awal peluncurannya yang hanya mengandalkan 2G, sedang saat itu lagi booming 3G. Malala Yousafzai, seorang gadis muda Pakistan tidak akan menjadi salah satu gadis paling berpengaruh di dunia jika pada saat itu takut untuk menyuarakan hak perempuan yang tertindas. Barack Obama tidak akan pernah menjadi persiden petama Amerika yang berkulit hitam jika pada saat itu ia malu untuk menggapai mimpinya karena latar belakang rasnya. Dan masih banyak lagi seseorang yang terkenal, sukses dan berpengaruh yang mereka mulai dari ‘pertama’ dan tidak menyerah ketika ada hambatan dalam menggapai hal ‘pertama’ yang mereka lakukan.

Bagi umat Muslim, mungkin sudah sering mendengar tentang kisah Nabi Adam alaihissalam. Beliau adalah manusia pertama sekaligus nabi pertama yang diciptakan oleh Allah Swt. Singkat cerita beliau diturunkan ke bumi dan berpisah dengan sang istri. Menurut beberapa riwayat, nabi Adam diturunkan di daerah India sedangkan sang Istri (Hawa) diturunkan di daerah Jedah. Hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahun demi tahun mereka berpisah namun tak surut semangat Nabi Adam untuk menemukan sang istri. Bayangkan apabila baru satu purnama sejak perpisahan dengan Hawa, beliau (Nabi Adam) sudah menyerah maka dapat dipastikan aku, kamu, dan semua oang-orang yang di bumi ini tidak akan pernah ada. Beliau mungkin lelah, berjalan melangkah tak tentu arah, di tempat antah berantah, melewati lembah, namun beliau tidak pernah menyerah. Perjuangan dan doa yang beliau dan sang istri panjatkan berbuah manis ketika mereka berdua dipertemukan di suatu daerah yang sekarang bernama Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Semua orang mengalami hal ‘pertama’. Manusia pertama (Adam) pun mengalami hal ‘pertama’. Pertama kali diciptakan, pertama kali manusia yang tinggal di syurga, pertama kali mencicipi buah kholdi, manusia pertama yang tergoda oleh rayuan Syaiton, manusia pertama yang tinggal di bumi, dan manusia pertama yang mengalami perpisahan dengan kekasih hati sekaligus manusia pertama yang bertemu kembali dengan sang kekasih di Jabal Rahmah.

Orang sukses bukanlah mereka yang selalu cemerlang ketika melakukan hal ‘pertama’ dalam hidup mereka. Bukan  pula orang yang pasti berhasil di percobaan ‘pertama’ mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menyerah ditengah kegagalan mereka. Kegagalan dijadikan pemecut untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Hari demi hari yang kita lewati, keringat yang membasahi tubuh, air mata yang sering keluar, tidak apa-apa asal kita tidak menyerah. Pertama kali goreng telur dan hasilnya gosong, tidak masalah. Kamu bisa coba lagi. Pertama kali ikut ujian masuk perguruan tinggi dan kamu tidak diterima, jangan menyerah dan putus asa. Mungkin itu bukan yang terbaik bagi kamu. Kegagalan yang kita alami sebenarnya bukanlah kegagalan, melainkan sebuah cara baru untuk menemukan rumus kesuksesan tersebut. Bukankah dalam kegagalan kita sering menemukan cara baru? Bukankah dalam kegagalan mendewasakan pikiran kita untuk lebih baik dalam mengontrol emosi? Bahkan, kegagalan bisa menjadi sebab kamu masuk Syurga. Kita tidak pernah tahu, karena dalam kegagalan kamu mengingat Rabb mu, bermunajat dan meminta doa agar hajatmu dikabulkan. Saat itu kamu sangat dekat dengan Rabbmu. Intinya jangan pernah takut untuk mencoba hal ‘pertama’ dan jangan pernah menyerah.

Tidak ada komentar:

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...