Sering gak sih kamu merasa kecewa terhadap orang?Kalau aku sih sering hehe (tapi dulu).....
Banyak hal yang membuat kita kecewa. Mulai dari hal remeh sampai hal yang sangat penting. Misalnya nih, kecewa terhadap perlakuan orang tua yang mungkin kita rasa berbeda dengan saudara kita yang lain. Kecewa terhadap teman karena dia udah janji mau nemenin shopping eh taunya tiba-tiba batalin janji. Kecewa terhadap pasangan kita sehingga membuat pertengkaran kecil yang berujung perpisahan. Atau mungkin kecewa terhadap seseorang yang sudah kita anggap sangat dekat dengan kita sehingga rasa sakitnya berkali-kali lipat. Hmmm...Yup, memang sangat mengecewakan ketika kita dihadapkan dengan kondisi tersebut. Namun, tau gak sih yang menyebabkan kita demikian karena kita terlalu memiliki ekspektasi terlalu tinggi terhadap orang tersebut. Ketika ekspektasi kita terlalu tinggi terhadap orang lain akan memunculkan probably kekecewaan semakin besar. Hubungannya bersifat linear. Eitt..atau jangan-jangan hubungannya kuadrat. Terlepas apa pun hubungannya, intinya ekspektasi berbanding lurus dengan kekecewaan. Semakin kita tidak mengharapkan apapun terhadap orang maka perasaan kecewa yang muncul akan semakin rendah. Kalau dalam ajaran agama Islam sih, jangan menggantungkan harapan kepada manusia. Hanya kepada Allah SWT tempat menggantungkan segala harapan. Gitu guys..
Oke, trus gimana dong cara biar gak terlalu berharap terhadap orang lain? Ya satu-satunya jalan jangan berharap lebih. Di sini, aku bakal bagi tips biar kamu gak overexpectation terhadap orang lain, entah itu orang tua, pacar, teman, sahabat, atau siapa pun. Intinya bagaiamana cara mengurangi rasa kecewa kita karena perlakuan orang lain, bukan disebabkan karena perlakuan kita sendiri yaa beb...
Dalam suatu buku yang berjudul Seni Untuk Bersikap Bodoh Amat karya Mark Mason, ada salah satu bagian yang berjudul Kamu Tidak Istimewa. Dijelaskan bahwa ketika kamu menganggap diri kamu istimewa maka secara sadar atau tidak kamu merasa harus diistimewakan. Kamu menganggap jika kamu layak mendapatkan sesuatu yang kamu harapkan, layak mendapatkan perlakuan yang kamu khayalkan, layak mendapatkan sesuatu yang menjadikan kamu istimewa dan berbeda dengan yang lain. Ketika kamu terus merasa istimewa maka secara berulang memori kamu merekam bahwa kamu harus mendapatkan keistimewaan versi kamu sendiri. Sehingga, jika kamu merasa bahwa perlakuan atau tindakan dari orang yang menurut kamu tidak layak didapatkan oleh kamu yang secara merasa orang istimewa maka akan sangat merasa kecewa. Bahkan saking kecewanya kamu, hal-hal kecil yang tidak mempengaruhi hidup kamu akan menjadi bumerang yang terus menghantui kehidupan kamu. Sadar atau tidak apabila kondisi ini terus menerus menghantui kamu, maka dapat mengundang stress dan depresi berat. Trus gimana solusinya? Ya, jangan menganggap diri kamu istimewa. Kamu adalah orang biasa yang kalau tidak direspon orang gak masalah, kalau gak dibantu orang juga masih oke-oke aja. Kamu kuat kok tanpa bantuan orang lain. Kamu tangguh kok dengan perlakuan orang lain yang menurut kamu tidak adil. Puncaknya kamu istimewa ketika menjadikan diri kamu tidak istimewa. Jadi, terapkan dalam benak kamu kalau kamu gak istimewa. "Aku Tidak Istimewa, terus kenapa?" Semakin sering kamu melatih ketidakistimewaannya kamu, maka kamu akan semakin tidak kecewa ketika dihadapkan dengan kondisi yang tidak kamu harapkan sama sekali. Jadi sering-sering ucapkan "Aku tidak istimewa" ketika kamu merasa kecewa hingga pikiran tersebut tertanam di alam bawah sadarmu sehingga ketika kamu menghadapi realita yang tidak sesuai dengan ekspektasimu maka kamu tidak akan kecewa lagi.
Contoh nyatanya aku sendiri, sampai saat ini aku masih belajar untuk tidak merasa istimewa. Jujur, setelah menerapkan konsep ini aku semakin tidak ambil pusing ketika pertanyaan ku tidak direspons oleh lawan bicaraku dan tiak keberatan untuk menanyakannya lagi. Karena semakin sering aku merasa tidak istimewa, aku semakin sedikit kecewa. Kalau boleh jujur, dulu aku sering mengalami kekecewaan. Gak ditanyain kabar sehari aja sama orang yang aku anggap dekat pasti aku merasa kecewa. Gak diberitahu gosip terbaru sama teman, aku ngerasa gak dianggap. Hal-hal remeh seperti itu bisa bikin aku kecewa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, aku banyak belajar dan puncaknya ketika aku menerapkan konsep "Aku Tidak Istimewa", rasanya kekecewaan tersebut menguap seperti balon yang ditusuk. Hampir tidak pernah lagi aku merasa kecewa karena hal-hal kecil yang tidak akan mengubah apapun dalam kehidupanku. Memang seringkali orang memikirkan hal-hal yang bahkan tidak akan memberikan efek sedikitpun bagi kehidupan dia. Misalnya, tidak ditanyakan kabar oleh pasangan tidak akan menjadikan kamu tiba-tiba sakit atau merasa lebih sehat. Atau ketika janjian dicancel oleh partnermu tidak selalu membuat kamu tidak jadi ke suatu tempat. Pada akhirnya pikiranmu akan semakin sehat dan mudah berlapang dada ketika kamu terbiasa untuk tidak merasa istimewa. So, cobain konsep "Aku Tidak Istimewa" deh guys biar hidup kamu lebih plong. Yay....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar