Malam panjang dihiasi purnama sempurna
Malam dikala api majusi
padam seketika
Sungguh, malam itu adalah
malam menyejarah yang tak pernah terlupakan bagi orang-orang yang hidup di
zamanmu
Wahai lelaki yang
kehadiranmu dinantikan jauh sebelum kelahiranmu
Cahaya terang nan lembut
hadir di sekeliling rumahmu
Semua makhluk di muka bumi
gembira atas kehadiranmu
Alam raya bersorak ria
penuh cinta menyambutmu
Wahai lelaki yang senyummu
menenangkan jiwa-jiwa yang risau
Menjadi yatim sejak dalam
kandungan bukanlah keinginanmu
Hidup berpisah jauh dari
ibumu juga bukan kehendakmu
Genap enam tahun kau
ditakdirkan menjadi yatim piatu
Engkau tetap sabar wahai
lelaki yang dadanya pernah dibelah Ruh al Amin
Engkau tetap tersenyum
dikala ujian tak kunjung sirna
Engkau tetap tabah di saat
banyak manusia goyah hingga rebah
Zaman berubah musim
berganti
Namamu, perjuanganmu, dan
cintamu akan selalu membersamai setiap langkah orang-orang yang mencintaimu
Ceritakan kepadaku adakah
hal yang lebih romantis dari cinta lelaki ini untuk umatnya?
Ummati ummati ummati
Kata-kata itu terus
terucap dibibirmu
Kau teramat sangat
mencintai umatmu
Wahai Tuan yang cintanya
tak pernah berakhir
Lembut kasihmu akan selalu
terkenang dihati insan-insan yang beriman
Tutur halus budi bahasamu
akan selalu menjadi teladan
Wahai Tuan yang seluruh
hidupnya memperjuangkan agama Tuhan
Membincangkanmu tidak akan
pernah bosan
Mengalir air mata
mendengar kisah perjuanganmu di medan pertempuran
Membuncah rasa bangga
ketika datang kabar kemenangan
Perih dada ini jika ada
yang menghinamu
Geram hati ini jika ada
yang merendahkanmu
Ya Rasulullah...
Engkau merindu dan
menunggu kami di surga
Entah, mampukah kami
menjemput kerinduanmu itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar