Kamis, 12 Agustus 2021

Lelaki Terpuji

Malam panjang  dihiasi purnama sempurna

Malam dikala api majusi padam seketika

Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pernah terlupakan bagi orang-orang yang hidup di zamanmu

Wahai lelaki yang kehadiranmu dinantikan jauh sebelum kelahiranmu

Cahaya terang nan lembut hadir di sekeliling rumahmu

Semua makhluk di muka bumi gembira atas kehadiranmu

Alam raya bersorak ria penuh cinta menyambutmu

Wahai lelaki yang senyummu menenangkan jiwa-jiwa yang risau

Menjadi yatim sejak dalam kandungan bukanlah keinginanmu

Hidup berpisah jauh dari ibumu juga bukan kehendakmu

Genap enam tahun kau ditakdirkan menjadi yatim piatu

Engkau tetap sabar wahai lelaki yang dadanya pernah dibelah Ruh al Amin

Engkau tetap tersenyum dikala ujian tak kunjung sirna

Engkau tetap tabah di saat banyak manusia goyah hingga rebah

Zaman berubah musim berganti

Namamu, perjuanganmu, dan cintamu akan selalu membersamai setiap langkah orang-orang yang mencintaimu

Ceritakan kepadaku adakah hal yang lebih romantis dari cinta lelaki ini untuk umatnya?

Ummati ummati ummati

Kata-kata itu terus terucap dibibirmu

Kau teramat sangat mencintai umatmu

Wahai Tuan yang cintanya tak pernah berakhir

Lembut kasihmu akan selalu terkenang dihati insan-insan yang beriman

Tutur halus budi bahasamu akan selalu menjadi teladan

Wahai Tuan yang seluruh hidupnya memperjuangkan agama Tuhan

Membincangkanmu tidak akan pernah bosan

Mengalir air mata mendengar kisah perjuanganmu di medan pertempuran

Membuncah rasa bangga ketika datang kabar kemenangan

Perih dada ini jika ada yang menghinamu

Geram hati ini jika ada yang merendahkanmu

Ya Rasulullah...

Engkau merindu dan menunggu kami di surga

Entah, mampukah kami menjemput kerinduanmu itu?

Tidak ada komentar:

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...