Minggu, 04 Juli 2021

Jangan Takut Bermimpi Besar

 Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

~Ir. Seokarno~

Ketika kamu berada di posisi tertekan, banyak masalah yang menghampiri, rasanya mustahil untuk mencapai target-target kamu. Kamu merasa kamu tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan atau mencoba sesuatu yang kamu idam-idamkan. Tertekan oleh kenyataan bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Hingga suatu hari, kamu berfikir bahwa…

“Aku sepertinya tidak layak untuk memimpikan hal tersebut”

“Terlalu mustahil untuk menggapai hal itu”

“Dia saja yang sangat genius tidak mampu, apalah aku yang hanya butiran jasjus. Mustahil”

“Mimpiku terlalu besar, sedangkan kapasitas diriku sangat rendah”

“Bermimpi saja aku tidak mampu, apalagi untuk menggapainya”

“Bahkan aku tidak berani memipikan itu”

Apabila kamu sedang atau pernah berpikir semacam kata-kata diatas, maka kamu tidak sendirian. Ada begitu banyak orang yang takut bermipi besar. Entah karena memang pada dasarnya mereka tidak mau, atau sebenarnya ada keinginan tersirat dalam hati mereka untuk memimpikan demikian namun justru kandas oleh kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi.

Mimpi itu bukan sekedar angan-angan. Mimpi itu bukan sekedar apa yang kamu inginkan. Tapi lebih dari itu. Lewat mimpi, kamu akan punya target-target tertentu untuk menggapai mimpimu. Aku ingat betul salah satu pesan Almarhum guru IPS SMP ku ketika aku akan bertanding di olimpiade IPS tingkat kabupaten. Beliau bertanya, mimpi kamu apa mengikuti ini? Aku dengan polosnya mengatakan, tentu saja menjadi juara di tingkat kabupaten. Lalu beliau mengatakan, kalau begitu teruskan, tapaki langkah demi langkah tangga untuk mencapai mimpimu. Mulai dari seleksi di kecamatan, lalu ikut ke tahapan selanjutnya yakni ditingkat kabupaten. Semua ku lalui dengan perjuangan yang tidak mudah. Pagi hingga sore belajar seperti biasa di sekolah, malamnya belajar olimpiade. Hingga akhirnya aku mendapatkan apa yang aku impikan, yakni mendapat juara di kabupaten sehingga berhak mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Setelah mendapatkan juara, apakah aku berhenti bermimpi karena mimpiku menjadi juara di kabupaten sudah terealisasikan? Tentu jawabannya adalah tidak, mimpiku terus berlanjut. Tangga yang kutapaki semakin terjal. Namun aku percaya akan ada keindahan yang aku dapatkan setelah itu.

#Siapakah yang berhak bermimpi?

Tentu saja kita semua berhak punya mimpi. Mimpi untuk menjadi menteri, mimpi untuk menjadi presiden, mimpi untuk menjadi pembalap, mimpi untuk menjadi hafidz, mimpi untuk mendapatkan keluarga yang bahagia, dan mimpi-mimpi yang lain. Kita semua mempunyai hak dan tinggal bagaimana cara kita agar mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Pada dasarnya, mimpi kita itu tidak ada yang terlalu besar. Ketika kita benar-benar memimpikan sesuatu dengan serius maka secara tidak langsung mendorong diri kita untuk meningkatkan kualitas diri kita. Kita akan berusaha untuk memperbaiki diri, melakukan perencanaan pencapaian target agar suatu hari nanti mimpi kita terealisasikan.

Mungkin kita perlu untuk belajar dari kisah seorang penakluk Konstantinopel. Beliau adalah Muhammad Al- Fatih. Dalam usia 21 tahun, beliau mampu untuk menaklukkan jantung kota, yang bahkan saat itu menjadi jantung dunia. Apakah beliau ujuk-ujuk menaklukkan kota itu? Tentu saja jawabannya tidak. Al-Fatih sejak kecil sudah diracuni untuk menaklukkan kota itu. Dari kecil beliau ditanamkan bahwa suatu saat beliau pasti bisa menaklukkan kota Konstantinopel. Maka sejak itu, Al- Fatih kecil sudah punya mimpi untuk menaklukkan kota Konstantinopel. Mimpi terbesar beliau yakni menaklukkan kota yang menjadi jantung dunia. Mimpi yang sangat besar, ambisi yang serius serta perjuangan yang tak mudah dilewati. Setiap hari beliau latihan pedang, melakukan perencanaan dan strategi-strategi, meningkatkan keamanan, mengurus urusan negara, serta harus pandai-pandai membagi waktu dengan sanak saudara. Perjuangan beliau tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada air mata yang harus mengalir, ada waktu lebih untuk fokus menggapai mimpinya, ada energi yang dia keluarkan, serta mungkin ada seseorang yang dia korbankan.

Perjuangan menggapai mimpi adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang tidak sigkat. Perjalanan yang menerjang jalan terjal. Perjalanan liku namun penuh makna. Maka, jangan pernah takut bermimpi. Ketika kamu bermimpi, maka sebenarnya kamu sedang merencanakan perjalanan yang sangat panjang. Kamu butuh amunisi yang menjadi teman dalam perjalanan kamu. Pilihlah amunisi terbaik yang bermanfaat dalam perjalanan panjang kamu dalam menggapai mimpi. Untuk itu, rencanakanlah amunisi-amunisi terbaik yang ingin kamu bawa dan menjadi penyelamat ketika kamu lelah, mau menyerah, down, dan kondisi-kondisi yang mencerminkan keputus asaan.

Beberapa pilihan amunisi di bawah ini mungkin bisa menjadi referensimu.

#Doa

Aku memulai dari doa. Kenapa harus doa?

Jadi begini, ketika kamu merasa letih, impianmu tak kunjung tercapai, waktu sudah banyak kamu korbankan, materi tak terhitung lagi, kamu hampir mau menyerah maka saatnya kamu menadahkan tangan kamu ke langit dan seraya berdoa kepada Allah. Minta agar kamu dikuatkan lagi.

Pun ketika kamu memulai mimpi kamu, maka kamu harus yakin, tanamkan dalam jiwa kamu bahwa mimpi kamu pasti bisa digapai. Perbanyak doa agar mimpi kamu dikabulkan. Sebulan, satu tahun, dua tahun, lima tahun atau bahkan mungkin saja setelah sepuluh tahun lagi mimpi kamu akan dikabulkan. Kita tidak pernah tahu. Namun, yang mesti kamu harus tahu  bahwa Allah memiliki kekuasaan di seluruh muka bumi ini, bahkan seluruh alam ada ditangan Allah. Maka jika kamu yakin ada Allah, kamu tidak akan merasa bahwa mimpi kamu terlalu besar dan mustahil untuk digapai. Kebesaran Allah sama sekali tidak ada tandingannya dengan mimpi besar kamu. Maka ketika kamu meyakini ada Allah, semuanya akan terasa mudah. Setiap arang lintangan yang kamu hadapi adalah bagian dari proses dan Allah sangat menghargai proses itu jika benar niat yang kamu lakukan.

#Self-motivation

Motivasi-motivasi yang kamu dapatkan dari seminar, kuliah umum, workshop, talkshow dan lain-lainnya mungkin saja memiliki pengaruh dalam memotivasi dan menyemangati kamu lagi. Namun semua itu tak berarti apa-apa jika dalam diri kamu tidak ada motivasi yang kuat. Motivasi dari eksternal tidak akan bertahan lama. Jika kamu tidak memiliki self-motivation, sehari setelah kamu mengikuti seminar motivasi maka kamu akan kehilangan motivasi lagi, kehilangan semangat untuk bangkit lagi. Mungkin saja sebenarnya kamu bukannya kurang moivasi, bahkan sudah banyak kata-kata mutiara dan motivasi-motivasi yang kamu dapatkan dari luar, akan tetapi self-motivation kamu yang bermasalah.

Dalam sebuah pencarian di Google, self-motivation diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan, tanpa terpengaruhi oleh seseorang atau keadaan. Misalnya, kamu memiliki impian untuk memiliki berat badan ideal, maka kamu termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan melakukan olah raga pagi secara teratur. Jika kamu memiliki self-motivation untuk menggapai impianmu tersebut, maka kamu akan memilih untuk melakukan olah raga pagi dibandingkan tidur setelah Subuh meskipun cuaca di luar sedang dingin. Atau kamu juga akan mengesampingkan hal-hal yang tidak berkaitan untuk menggapai impianmu, misalnya kamu tidak akan rebahan sambil main gadget dijadwal olah ragamu.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa, seseorang yang memiliki self-motivation bisa menemukan sebuah alasan dan kekuatan untuk menggapai mimpinya meskipun dihadapi dengan tantangan yang tidak mudah tanpa menyerah dan tidak memerlukan seseorang untuk membangkitkan semangatnya tersebut.

Ini berarti bahwa orang-orang yang memilki self-motivation cenderung kuat ketika mereka dihadapkan pada suatu keadaan yang sulit. Bukan berarti bahwa orang-orang yang memiliki self-motivation tidak pernah kesulitan, sama sekali tidak. Mereka juga manusia, mereka akan merasa kesulitan ketika mereka berada dalam masalah yang belum bisa mereka pecahkan, namun kekuatan mereka adalah mereka mampu bertahan.

#Bertahan

Ini bukan tentang kamu yang sekarang lagi bertahan di zona nyaman ya dear. Sebaliknya, seberapa kuat kamu bertahan dalam kondisi yang menyulitkan dirimu, tak nyaman pastinya. Kesulitan yang kamu hadapi jangan dianggap sebagai suatu hambatan, tetapi pandanglah kesulitan itu sebagai sesuatu yang dapat membuat kualitas diri kamu meningkat. Seberapa mampukah kamu bertahan dalam kesulitan tersebut hingga kamu bisa melewatinya dengan sukses. Jika kamu menyerah maka artinya kamu gagal. Untuk meraih posisi sekarang, kamu harus mengulang dari awal. Jika ditengah jalan kamu menemukan kesulitan-kesulitan, percayalah setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Bahkan di dalam Al-Qur’an, Allah mendorong kita untuk bertahan di dalam kesulitan dan menjamin bahwa setelah ada kesulitan pasti akan datang yang namanya kemudahan. Allah tahu kondisi psikologis kita sebagai manusia yang gampang ragu, maka dari itu untuk meyakinkan kita, Allah bahkan memberikan janji akan datangnya kemudahan di dua ayat dalam satu surah. Ini adalah janji Allah, yang tidak ada kerugauan pada-Nya.

Terus gimana cara kita mengasah kemampuan bertahan kita?? Kita bisa belajar dari konsep ‘Grit’. Tapi, aku akan membahasnya secara terpisah karena konsep Grit ini lumayan kompleks. Aku juga sedang memperbanyak sumber agar bisa paham konsep ini. See you xoxo

Tidak ada komentar:

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...