Bermimpilah
setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara
bintang-bintang.
~Ir. Seokarno~
Ketika kamu berada di posisi tertekan,
banyak masalah yang menghampiri, rasanya mustahil untuk mencapai target-target
kamu. Kamu merasa kamu tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan atau mencoba
sesuatu yang kamu idam-idamkan. Tertekan oleh kenyataan bahwa kamu tidak layak
untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Hingga suatu hari, kamu berfikir
bahwa…
“Aku sepertinya tidak layak untuk
memimpikan hal tersebut”
“Terlalu mustahil untuk menggapai hal
itu”
“Dia saja yang sangat genius tidak
mampu, apalah aku yang hanya butiran jasjus. Mustahil”
“Mimpiku terlalu besar, sedangkan kapasitas
diriku sangat rendah”
“Bermimpi saja aku tidak mampu, apalagi
untuk menggapainya”
“Bahkan aku tidak berani memipikan itu”
Apabila kamu sedang atau pernah berpikir
semacam kata-kata diatas, maka kamu tidak sendirian. Ada begitu banyak orang
yang takut bermipi besar. Entah karena memang pada dasarnya mereka tidak mau,
atau sebenarnya ada keinginan tersirat dalam hati mereka untuk memimpikan
demikian namun justru kandas oleh kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi.
Mimpi itu bukan sekedar angan-angan.
Mimpi itu bukan sekedar apa yang kamu inginkan. Tapi lebih dari itu. Lewat
mimpi, kamu akan punya target-target tertentu untuk menggapai mimpimu. Aku
ingat betul salah satu pesan Almarhum guru IPS SMP ku ketika aku akan
bertanding di olimpiade IPS tingkat kabupaten. Beliau bertanya, mimpi kamu apa
mengikuti ini? Aku dengan polosnya mengatakan, tentu saja menjadi juara di
tingkat kabupaten. Lalu beliau mengatakan, kalau begitu teruskan, tapaki
langkah demi langkah tangga untuk mencapai mimpimu. Mulai dari seleksi di
kecamatan, lalu ikut ke tahapan selanjutnya yakni ditingkat kabupaten. Semua ku
lalui dengan perjuangan yang tidak mudah. Pagi hingga sore belajar seperti
biasa di sekolah, malamnya belajar olimpiade. Hingga akhirnya aku mendapatkan
apa yang aku impikan, yakni mendapat juara di kabupaten sehingga berhak
mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Setelah mendapatkan juara, apakah aku
berhenti bermimpi karena mimpiku menjadi juara di kabupaten sudah
terealisasikan? Tentu jawabannya adalah tidak, mimpiku terus berlanjut. Tangga
yang kutapaki semakin terjal. Namun aku percaya akan ada keindahan yang aku
dapatkan setelah itu.
#Siapakah yang berhak bermimpi?
Tentu saja kita semua berhak punya mimpi.
Mimpi untuk menjadi menteri, mimpi untuk menjadi presiden, mimpi untuk menjadi
pembalap, mimpi untuk menjadi hafidz, mimpi untuk mendapatkan keluarga yang
bahagia, dan mimpi-mimpi yang lain. Kita semua mempunyai hak dan tinggal
bagaimana cara kita agar mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.
Pada dasarnya, mimpi kita itu tidak ada
yang terlalu besar. Ketika kita benar-benar memimpikan sesuatu dengan serius maka
secara tidak langsung mendorong diri kita untuk meningkatkan kualitas diri
kita. Kita akan berusaha untuk memperbaiki diri, melakukan perencanaan
pencapaian target agar suatu hari nanti mimpi kita terealisasikan.
Mungkin kita perlu untuk belajar dari
kisah seorang penakluk Konstantinopel. Beliau adalah Muhammad Al- Fatih. Dalam
usia 21 tahun, beliau mampu untuk menaklukkan jantung kota, yang bahkan saat
itu menjadi jantung dunia. Apakah beliau ujuk-ujuk menaklukkan kota itu? Tentu
saja jawabannya tidak. Al-Fatih sejak kecil sudah diracuni untuk menaklukkan
kota itu. Dari kecil beliau ditanamkan bahwa suatu saat beliau pasti bisa
menaklukkan kota Konstantinopel. Maka sejak itu, Al- Fatih kecil sudah punya mimpi
untuk menaklukkan kota Konstantinopel. Mimpi terbesar beliau yakni menaklukkan
kota yang menjadi jantung dunia. Mimpi yang sangat besar, ambisi yang serius
serta perjuangan yang tak mudah dilewati. Setiap hari beliau latihan pedang,
melakukan perencanaan dan strategi-strategi, meningkatkan keamanan, mengurus
urusan negara, serta harus pandai-pandai membagi waktu dengan sanak saudara.
Perjuangan beliau tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada air
mata yang harus mengalir, ada waktu lebih untuk fokus menggapai mimpinya, ada
energi yang dia keluarkan, serta mungkin ada seseorang yang dia korbankan.
Perjuangan menggapai mimpi adalah sebuah
perjalanan. Perjalanan yang tidak sigkat. Perjalanan yang menerjang jalan
terjal. Perjalanan liku namun penuh makna. Maka, jangan pernah takut bermimpi.
Ketika kamu bermimpi, maka sebenarnya kamu sedang merencanakan perjalanan yang
sangat panjang. Kamu butuh amunisi yang menjadi teman dalam perjalanan kamu.
Pilihlah amunisi terbaik yang bermanfaat dalam perjalanan panjang kamu dalam
menggapai mimpi. Untuk itu, rencanakanlah amunisi-amunisi terbaik yang ingin
kamu bawa dan menjadi penyelamat ketika kamu lelah, mau menyerah, down, dan kondisi-kondisi yang
mencerminkan keputus asaan.
Beberapa pilihan amunisi di bawah ini
mungkin bisa menjadi referensimu.
#Doa
Aku memulai dari doa. Kenapa harus doa?
Jadi begini, ketika kamu merasa letih,
impianmu tak kunjung tercapai, waktu sudah banyak kamu korbankan, materi tak
terhitung lagi, kamu hampir mau menyerah maka saatnya kamu menadahkan tangan
kamu ke langit dan seraya berdoa kepada Allah. Minta agar kamu dikuatkan lagi.
Pun ketika kamu memulai mimpi kamu, maka
kamu harus yakin, tanamkan dalam jiwa kamu bahwa mimpi kamu pasti bisa digapai.
Perbanyak doa agar mimpi kamu dikabulkan. Sebulan, satu tahun, dua tahun, lima
tahun atau bahkan mungkin saja setelah sepuluh tahun lagi mimpi kamu akan
dikabulkan. Kita tidak pernah tahu. Namun, yang mesti kamu harus tahu bahwa Allah memiliki kekuasaan di seluruh
muka bumi ini, bahkan seluruh alam ada ditangan Allah. Maka jika kamu yakin ada
Allah, kamu tidak akan merasa bahwa mimpi kamu terlalu besar dan mustahil untuk
digapai. Kebesaran Allah sama sekali tidak ada tandingannya dengan mimpi besar
kamu. Maka ketika kamu meyakini ada Allah, semuanya akan terasa mudah. Setiap
arang lintangan yang kamu hadapi adalah bagian dari proses dan Allah sangat
menghargai proses itu jika benar niat yang kamu lakukan.
#Self-motivation
Motivasi-motivasi yang kamu dapatkan
dari seminar, kuliah umum, workshop, talkshow dan lain-lainnya mungkin saja
memiliki pengaruh dalam memotivasi dan menyemangati kamu lagi. Namun semua itu
tak berarti apa-apa jika dalam diri kamu tidak ada motivasi yang kuat. Motivasi
dari eksternal tidak akan bertahan lama. Jika kamu tidak memiliki
self-motivation, sehari setelah kamu mengikuti seminar motivasi maka kamu akan
kehilangan motivasi lagi, kehilangan semangat untuk bangkit lagi. Mungkin saja
sebenarnya kamu bukannya kurang moivasi, bahkan sudah banyak kata-kata mutiara
dan motivasi-motivasi yang kamu dapatkan dari luar, akan tetapi self-motivation
kamu yang bermasalah.
Dalam sebuah pencarian di Google,
self-motivation diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan apa yang
ingin kamu lakukan, tanpa terpengaruhi oleh seseorang atau keadaan. Misalnya,
kamu memiliki impian untuk memiliki berat badan ideal, maka kamu termotivasi
untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan melakukan olah raga pagi secara
teratur. Jika kamu memiliki self-motivation untuk menggapai impianmu tersebut,
maka kamu akan memilih untuk melakukan olah raga pagi dibandingkan tidur
setelah Subuh meskipun cuaca di luar sedang dingin. Atau kamu juga akan
mengesampingkan hal-hal yang tidak berkaitan untuk menggapai impianmu, misalnya
kamu tidak akan rebahan sambil main gadget dijadwal olah ragamu.
Lebih lanjut disebutkan pula bahwa,
seseorang yang memiliki self-motivation bisa menemukan sebuah alasan dan kekuatan
untuk menggapai mimpinya meskipun dihadapi dengan tantangan yang tidak mudah
tanpa menyerah dan tidak memerlukan seseorang untuk membangkitkan semangatnya
tersebut.
Ini berarti bahwa orang-orang yang
memilki self-motivation cenderung kuat ketika mereka dihadapkan pada suatu
keadaan yang sulit. Bukan berarti bahwa orang-orang yang memiliki
self-motivation tidak pernah kesulitan, sama sekali tidak. Mereka juga manusia,
mereka akan merasa kesulitan ketika mereka berada dalam masalah yang belum bisa
mereka pecahkan, namun kekuatan mereka adalah mereka mampu bertahan.
#Bertahan
Ini bukan tentang kamu yang sekarang
lagi bertahan di zona nyaman ya dear. Sebaliknya, seberapa kuat kamu bertahan
dalam kondisi yang menyulitkan dirimu, tak nyaman pastinya. Kesulitan yang kamu
hadapi jangan dianggap sebagai suatu hambatan, tetapi pandanglah kesulitan itu
sebagai sesuatu yang dapat membuat kualitas diri kamu meningkat. Seberapa
mampukah kamu bertahan dalam kesulitan tersebut hingga kamu bisa melewatinya
dengan sukses. Jika kamu menyerah maka artinya kamu gagal. Untuk meraih posisi
sekarang, kamu harus mengulang dari awal. Jika ditengah jalan kamu menemukan
kesulitan-kesulitan, percayalah setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Bahkan di
dalam Al-Qur’an, Allah mendorong kita untuk bertahan di dalam kesulitan dan
menjamin bahwa setelah ada kesulitan pasti akan datang yang namanya kemudahan.
Allah tahu kondisi psikologis kita sebagai manusia yang gampang ragu, maka dari
itu untuk meyakinkan kita, Allah bahkan memberikan janji akan datangnya kemudahan
di dua ayat dalam satu surah. Ini adalah janji Allah, yang tidak ada kerugauan
pada-Nya.
Terus gimana cara kita mengasah
kemampuan bertahan kita?? Kita bisa belajar dari konsep ‘Grit’. Tapi, aku akan
membahasnya secara terpisah karena konsep Grit ini lumayan kompleks. Aku juga sedang memperbanyak sumber agar bisa paham konsep ini. See you xoxo