Kamis, 12 Agustus 2021

Lelaki Terpuji

Malam panjang  dihiasi purnama sempurna

Malam dikala api majusi padam seketika

Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pernah terlupakan bagi orang-orang yang hidup di zamanmu

Wahai lelaki yang kehadiranmu dinantikan jauh sebelum kelahiranmu

Cahaya terang nan lembut hadir di sekeliling rumahmu

Semua makhluk di muka bumi gembira atas kehadiranmu

Alam raya bersorak ria penuh cinta menyambutmu

Wahai lelaki yang senyummu menenangkan jiwa-jiwa yang risau

Menjadi yatim sejak dalam kandungan bukanlah keinginanmu

Hidup berpisah jauh dari ibumu juga bukan kehendakmu

Genap enam tahun kau ditakdirkan menjadi yatim piatu

Engkau tetap sabar wahai lelaki yang dadanya pernah dibelah Ruh al Amin

Engkau tetap tersenyum dikala ujian tak kunjung sirna

Engkau tetap tabah di saat banyak manusia goyah hingga rebah

Zaman berubah musim berganti

Namamu, perjuanganmu, dan cintamu akan selalu membersamai setiap langkah orang-orang yang mencintaimu

Ceritakan kepadaku adakah hal yang lebih romantis dari cinta lelaki ini untuk umatnya?

Ummati ummati ummati

Kata-kata itu terus terucap dibibirmu

Kau teramat sangat mencintai umatmu

Wahai Tuan yang cintanya tak pernah berakhir

Lembut kasihmu akan selalu terkenang dihati insan-insan yang beriman

Tutur halus budi bahasamu akan selalu menjadi teladan

Wahai Tuan yang seluruh hidupnya memperjuangkan agama Tuhan

Membincangkanmu tidak akan pernah bosan

Mengalir air mata mendengar kisah perjuanganmu di medan pertempuran

Membuncah rasa bangga ketika datang kabar kemenangan

Perih dada ini jika ada yang menghinamu

Geram hati ini jika ada yang merendahkanmu

Ya Rasulullah...

Engkau merindu dan menunggu kami di surga

Entah, mampukah kami menjemput kerinduanmu itu?

Sabtu, 24 Juli 2021

Semua Pernah Mengalami Hal Pertama

 

Seandainya tidak ada yang pertama maka tidak akan ada yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya hingga terakhir. Pertama, sebuah awal dari segala-galanya. Tiap yang kedua, ketiga dan selanjutnya selalu memiliki awal. Namun, pertama bisa berdiri tanpa yang kedua dan deret lainnya. Intinya, pertama itu spesial.

Seseorang dalam hidupnya selalu memiliki pengalaman pertama. Pertama kali bisa masak, walaupun cuma masak mie instant. Pertama bisa naik sepeda. Pertama menjadi seorang Ibu. Pertama memiliki mobil pribadi. Pertama memancing ikan di danau. Pertama kali naik gunung. Pertama kali menikmati secangkir teh di beranda rumah diiringi angin sepoi-sepoi. Pertama kali ke pantai dengan pasangan halal. Pertama kali naik haji. Pertama kali menulis di buku harian. Pertama kali menurunkan ego terhadap pasangan. Pertama kali...pertama kali...dan selalu ada yang pertama.

Pertama, yang menentukan selanjutnya.

Sudah rahasia umum bahwa kesan pertama dalam pertemuan pertama akan menentukan pertemuan selanjutnya. Ketika pertemuan pertama mengesankan bagi seseorang, maka orang tersebut akan mengadakan pertemuan selanjutnya. Namun apabila salah seorang atau keduanya merasa pertemuan tersebut tidak mengesankan, maka tidak akan ada pertemuan kedua, ketiga, dan selanjutnya. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan yang pertama dan terakhir. Maka dari itu ‘pertama’ itu sangat penting.

Jika kamu sedang atau baru saja mengalami hal yang ‘pertama’ dalam hidupmu, selamat kamu adalah orang yang berprogres. Kamu mau mencoba hal yang ‘pertama’ dalam hidupmu. Itu adalah sebuah anugerah yang patut kamu syukuri. Banyak orang diluar sana takut untuk mencoba hal yang menjadi ‘ pertama’ dalam hidupnya. Entah takut gagal atau memang karena malas untuk berprogres.

Lalu, apakah sudah begitu berhenti sampai di sini?

Tentu saja tidak, ketika ada yang pertama maka hampir dipastikan kemungkinan besar akan ada yang kedua, ketiga dan ke selanjutnya. Jangan berhenti sampai di sini, perjuangan kamu baru awal. Berhentilah sampai kamu menemukan bahwa langkahmu selanjutnya tidak ada akhirnya. Jika kamu belum menemukannya, maka pantang untuk kamu berhenti.

Berhenti tidak sama dengan istirahat ya dear. Jika kamu sekarang mengalami kesulitan untuk menggapai sesuatu, kamu jangan berhenti tapi jangan lupa juga untuk istirahat. Pentingnya istirahat dalam menambah energi kamu, mampu bangkit untuk menyusun kembali rencana-rencanamu, strategi untuk meraihnya dan melihat kebelakang (evaluasi) apa saja yang menyebabkan kamu belum berhasil meraih impianmu. Di sini aku tidak menggunakan kata gagal karena sejatinya kamu tidak pernah gagal. Ketika kamu mencoba hal baru, maka hanya ada dua kemungkinan yakni kamu sukses dan kamu mendapatkan pelajaran dari apa yang sudah kamu lakukan. There are no loser, just winner or learner. Tidak ada kegagalan. Kegagalan adalah ketika kamu sudah tidak mau untuk melakukan hal baru tersebut. Selama kamu mencobanya, maka selama itu pun kamu akan menemukan pelajaran-pelajaran yang membuat diri kamu semakin tumbuh dan menjadi pembelajar sejati.

Sedih boleh ketika impian kamu belum tercapai, namun jangan pernah menyerah. Ketika kamu menyerah, maka perjuangan kamu selama ini tidak akan ada artinya. Menangislah, karena air mata diciptakan bagi mereka yang bersedih. Menangis bukan berarti kamu lemah. Itu adalah sebuah bentuk ekspresi diri kamu yang sedang berada dalam sebuah permasalahan yang kamu belum menemukan titik temunya. Kamu manusia biasa, maka amat sangat wajar kamu bersedih dan menangis ketika tujuan-tujuanmu belum tercapai, impianmu masih tersendat, dan lorong kesuksesanmu terlihat masih gelap. Tetapi, jangan terlalu lama. Sudahi saja yang sudah berlalu. Ambil pelajaran dari hal-hal kemarin. Jangan biarkan semangatmu patah karena menangis terlalu lama.

Orang-orang sukses di dunia, tokoh-tokoh inspiratif yang kamu kagumi sebenarnya hampir-hampir tidak akan pernah dikenal jika mereka menyerah ketika belum sukses di pengalaman ‘pertama’ mereka. Mereka tidak akan pernah dibicarakan oleh dunia kalau mereka tidak bisa menaklukkan dunia. Mereka tidak akan menjadi juru bicara di seminar-seminar perkuliahan kalau mereka menyerah ketika mengalami kesulitan dalam penelitian lab mereka. Mereka tidak akan pernah mendapatkan penghargaan Nobel jika mereka menyerah mengemukakan teori mereka. Mark Zuckerberg, CEO Facebook tidak akan pernah diketahui dunia jika ia putus asa ketika facebook tidak dihargai ketika awal-awal peluncurannya. Jack Ma tidak akan pernah menjadi salah satu orang terkaya di China apabila ia menyerah ketika banyak keterbatasan yang hadir dalam hidupnya, namun berhasil dilewatinya dan mendirikan Alibaba. Apple tidak akan pernah menjadi smartphone terlaris di dunia jika ia minder ketika awal peluncurannya yang hanya mengandalkan 2G, sedang saat itu lagi booming 3G. Malala Yousafzai, seorang gadis muda Pakistan tidak akan menjadi salah satu gadis paling berpengaruh di dunia jika pada saat itu takut untuk menyuarakan hak perempuan yang tertindas. Barack Obama tidak akan pernah menjadi persiden petama Amerika yang berkulit hitam jika pada saat itu ia malu untuk menggapai mimpinya karena latar belakang rasnya. Dan masih banyak lagi seseorang yang terkenal, sukses dan berpengaruh yang mereka mulai dari ‘pertama’ dan tidak menyerah ketika ada hambatan dalam menggapai hal ‘pertama’ yang mereka lakukan.

Bagi umat Muslim, mungkin sudah sering mendengar tentang kisah Nabi Adam alaihissalam. Beliau adalah manusia pertama sekaligus nabi pertama yang diciptakan oleh Allah Swt. Singkat cerita beliau diturunkan ke bumi dan berpisah dengan sang istri. Menurut beberapa riwayat, nabi Adam diturunkan di daerah India sedangkan sang Istri (Hawa) diturunkan di daerah Jedah. Hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahun demi tahun mereka berpisah namun tak surut semangat Nabi Adam untuk menemukan sang istri. Bayangkan apabila baru satu purnama sejak perpisahan dengan Hawa, beliau (Nabi Adam) sudah menyerah maka dapat dipastikan aku, kamu, dan semua oang-orang yang di bumi ini tidak akan pernah ada. Beliau mungkin lelah, berjalan melangkah tak tentu arah, di tempat antah berantah, melewati lembah, namun beliau tidak pernah menyerah. Perjuangan dan doa yang beliau dan sang istri panjatkan berbuah manis ketika mereka berdua dipertemukan di suatu daerah yang sekarang bernama Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Semua orang mengalami hal ‘pertama’. Manusia pertama (Adam) pun mengalami hal ‘pertama’. Pertama kali diciptakan, pertama kali manusia yang tinggal di syurga, pertama kali mencicipi buah kholdi, manusia pertama yang tergoda oleh rayuan Syaiton, manusia pertama yang tinggal di bumi, dan manusia pertama yang mengalami perpisahan dengan kekasih hati sekaligus manusia pertama yang bertemu kembali dengan sang kekasih di Jabal Rahmah.

Orang sukses bukanlah mereka yang selalu cemerlang ketika melakukan hal ‘pertama’ dalam hidup mereka. Bukan  pula orang yang pasti berhasil di percobaan ‘pertama’ mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menyerah ditengah kegagalan mereka. Kegagalan dijadikan pemecut untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Hari demi hari yang kita lewati, keringat yang membasahi tubuh, air mata yang sering keluar, tidak apa-apa asal kita tidak menyerah. Pertama kali goreng telur dan hasilnya gosong, tidak masalah. Kamu bisa coba lagi. Pertama kali ikut ujian masuk perguruan tinggi dan kamu tidak diterima, jangan menyerah dan putus asa. Mungkin itu bukan yang terbaik bagi kamu. Kegagalan yang kita alami sebenarnya bukanlah kegagalan, melainkan sebuah cara baru untuk menemukan rumus kesuksesan tersebut. Bukankah dalam kegagalan kita sering menemukan cara baru? Bukankah dalam kegagalan mendewasakan pikiran kita untuk lebih baik dalam mengontrol emosi? Bahkan, kegagalan bisa menjadi sebab kamu masuk Syurga. Kita tidak pernah tahu, karena dalam kegagalan kamu mengingat Rabb mu, bermunajat dan meminta doa agar hajatmu dikabulkan. Saat itu kamu sangat dekat dengan Rabbmu. Intinya jangan pernah takut untuk mencoba hal ‘pertama’ dan jangan pernah menyerah.

Tidak Ada Kata Libur Bagi Penghafal Qur'an

Dalam sebuah acara wisuda Huffaz, seorang ustadzah berbisik ditelinga santrinya "ketika kamu memilih untuk menjadi penghafal Qur'an, maka ketahuilah bahwa penghafal Qur'an tidak punya hari libur. Dari Ahad hingga Ahad lagi, setiap hari tanpa jeda, Al-Qur'an menuntut kita untuk terus bersamanya"

Untuk kamu yang sedang berjuang dalam menghafal Qur'an, ketahuilah bahwa kamu sedang berada dalam kemuliaan. Hari demi hari yang kamu habiskan untuk menghafal adalah hari-hari yang penuh dengan keberkahan. Lelah yang kamu rasakan ketika hafalan tak kunjung masuk sejatinya adalah rasa cinta dari ayat tersebut yang tidak ingin cepat-cepat ditinggalkan. Ayat tersebut nyaman dan rindu, lalu kenapa kamu tidak bersyukur? Cepat hafal ataupun lambat hafal memiliki keutamaan dan kemuliaannya masing-masing. Ketika cepat hafal, bukankah itu anugerah dari Allah? Allah memilihmu untuk terus melanjutkan hafalanmu. Kamu harus mensyukurinya dan jangan sombong. Namun ketika kamu lambat dalam menghafal, maka ketahuilah bahwasanya Allah menginginkan kamu mendapatkan banyak kebaikan dan keberkahan dari ayat yang kamu hafal tersebut. Bukankah pahala dicatat berdasarkan usaha kita, bukan dari cepat atau lambatnya kita menghafal.

Ketika kamu mulai lelah dan ingin menyerah, ingat lagi tujuan kamu menghafal Qur'an. Tujuan dari seorang penghafal Qur'an adalah menghafal Qur'an itu sendiri. Tidak peduli berapa ayat yang dihafal, berapa juz yang Allah kasih, seberapa mutqin hafalanmu, bahwa sesungguhnya garis finish dari seorang penghafal adalah kematian. Lelah itu manusiawi namun jangan pernah menyerah. Kemuliaan besar sedang menunggumu kelak di akhirat. Tidak apa-apa capek dulu. Tidak apa-apa tidur kau kurangi demi menambah ataupun memurojaah hafalanmu. Tidak apa-apa suaramu habis dalam melantunkan ayat demi ayat. Tidak apa-apa waktu main kau kurangi. Tidak apa-apa kau mengurangi makan (banyak puasa). Bahkan tidak apa-apa jika semua waktu yang kau korbankan itu tidak menjamin hafalanmu kuat (mutqin). Benar, tidak apa-apa selama kamu masih diberikan anugerah untuk terus bersama dengan Qur'an. Semua itu tidak apa-apa selama hatimu masih merasa gelisah ketika sehari saja kau meninggalkan Qur'an. Kenikmatan bersama Qur'an tidak akan pernah dirasakan bagi mereka yang tidak serius berjuang bersama Qur'an. Air mata yang tumpah ketika hafalanmu tak kunjung masuk akan menjadi saksi kelak di akhirat bahwa ia hadir karena cintamu kepada Qur'an. Pun dengan air matamu yang tumpah lantaran haru karena akhirnya bisa menghafal ayat tersebut juga akan menjadi saksi kelak di hadapan Tuhanmu. Maka, ketika rasa lelah itu hadir, sesungguhnya adalah menjadi ujian untuk menentukan seberapa besar cintamu. Semakin besar cintamu maka semakin besar perjuanganmu. Cinta dan perjuangan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, pupuklah terus hatimu agar semakin cinta dengan Al-Qur'an, karena Qur'an adalah kalam Allah dan petunjuk bagi mereka yang mengaku punya iman.

Setiap hembusan nafas yang tak nampak di kelopak mata kita akan menjadi saksi kelak di akhirat. Satu hembusan yang engkau gunakan untuk mengingat kalam Allah akan menjadi pemberat amalmu di akhirat. Bagaimana dengan seorang penghafal Qur'an yang memilih untuk menggunakan setiap hembusan nafasnya  untuk mengingat dan menghafal kalam Allah. Maka tak ada yang sia-sia. Jika benar cintamu, maka tak akan pernah ada kata bosan. Seorang pecinta harus sanggup menjadi pelayan bagi yang dicintai. Ketika kamu mengikrarkan diri untuk mencintai Al-Qur'an, maka Al-Qur'an menuntutmu untuk terus membersamainya,  terus menjaganya, dan terus mengamalkannya hingga kematian menjemputmu. Maka bersabarlah, ada kebaikan besar yang sedang menunggumu. Ingat, bahwa segala sesuatu butuh perjuangan. Untuk urusan dunia saja kita harus berusaha dengan keras, apalagi untuk urusan akhirat. Segala sesuatu yang didapatkan tanpa jerih payah, maka dia akan pergi tanpa alasan (tanpa sebab atau cepat hilang).

Ziadah (menambah hafalan) dan murojaah (mengulang hafalan) adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ibaratnya, ziadah itu adalah cinta dan cinta membutuhkan pembuktian yaitu kesetiaan. Kesetiaan inilah yang tercermin dari semangatmu dalam memurojaah hafalanmu. Apa artinya cinta tanpa kesetiaan. Seperti kata orang bijak "Usaha menjaga harus lebih besar daripada usaha mendapatkan". Dan jangan sampai kita mendapatkan musibah dari ayat Qur'an yang telah kita hafal. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda : "Aku tidak pernah melihat dosa yang lebih besar daripada orang yang dikasih Al-Qur'an tetapi melupakannya. Ingat bahwa musibah harta jauh lebih ringan dari musibah agama. Menyia-nyiakan hafalan tanpa murojaah adalah musibah agama. Jangan menjadi seorang yang hanya siap ziadah namun tak siap murojaah.

"Menghafal sepenuh hati, murojaah sampai mati"

 

 



Selasa, 06 Juli 2021

Tidak Bisa Sekarang Bukan Berarti Tidak Bisa Selamanya

 

Mungkin kalimat tidak ada kesuksesan tanpa adanya kegagalan terdengar sebagai kalimat yang klise, namun memang benar kenyataannya. Di balik kisah sukses seseorang, ada cahaya perjuangan yang tak kunjung redup. Sebuah bisnis yang sukses pasti memiliki cerita tentang kegagalan dibaliknya. Ketika kamu menggores target-target yang ingin kamu raih dan sampai saat ini belum ada titik terang, maka kamu tidaklah gagal. Kamu sedang berproses untuk meraih itu. Tidak ada namanya gagal dalam usaha, hanya saja kamu belum sukses meraih impianmu dan itu adalah proses pembelajaran. Kegagalan sebenarnya terjadi ketika kamu tidak mau mencoba atau berhenti ditengah jalan tanpa menemukan sebuah pembelajaran. Orang-orang sering mengatakan jikalau kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Memang benar adanya, ketika kamu melakukannya lagi, lagi dan lagi kamu akan mendapatkan pengalaman yang tidak perah kamu dapatkan sebelumnya. Kamu menjadi tahu dan kamu sedang manapaki tangga demi tangga untuk mencapai puncak kesuksesan. Tidak ada kegagalan yang abadi.

Mungkin kita perlu untuk mengambil pelajaran dari kisah hidup Jack Ma. Jack Ma yang merupakan salah satu orang terkaya di China ini memiliki kisah kegagalan yang cukup banyak. Namun yang menarik perhatian aku yakni kisah Jack Ma yang ditolak kerja di perusahaan waralaba besar Kentucky Fried Chicken (KFC) yang mana saat itu dari 25 pelamar, 24 diterima dan 1 yang ditolak. Dan orang yang ditolak itu adalah dirinya. Bisa bayangkan nggak sakitnya. ~Sakitnya tuh disini~. Tapi apakah Jack Ma pundung? Sudah tentu, sebagai manusia biasa dia pasti akan kecewa dan sedih. Tapi bedanya, dia tidak menyerah. Ibarat kata, jika satu pintu tertutup maka masih ada pintu lainnya. Jika semua pintu tertutup maka masih ada jendela untuk jalan keluar, jika jendela tertutup masih ada ventilasi. Meskipun cuma ibarat, akan tetapi intinya adalah selalu ada harapan dan impian. Jika saat itu Jack Ma putus asa, maka sekarang tidak akan ada Alibaba, bahkan tidak akan ada yang mengenal Jack Ma.

Begitu juga dengan impian kamu. Kamu belum meraihnya sekarang bukan berarti di masa depan kamu tidak bisa menggapainya. Belum ada tanda-tanda kalau mimpi kamu akan terealisasi bukan pertanda kalau mimpi kamu itu mustahil untuk digapai. Sama sekali tidak, selama kamu melakukan progres untuk menggapai impian kamu, maka selama itu pula impian kamu semakin mendekat menuju kamu. Jangan pernah berpikir kalau impian kamu itu tidak layak untuk kamu dapatkan. No, kamu sangat layak makanya kamu adalah orang terpilih untuk memimpikan sesuatu yang luar biasa itu. Jika di dalam pikiran kamu terbersit bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan apa yang kamu imipikan sehingga kamu tidak mau berjuang lagi atau bahkan tidak sanggup memulai, maka impian kamu akan lebih dahulu orang lain dapatkan yang juga merasa tidak layak tetapi mereka mau mencoba dan tetap berjuang.

Minggu, 04 Juli 2021

Jangan Takut Bermimpi Besar

 Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

~Ir. Seokarno~

Ketika kamu berada di posisi tertekan, banyak masalah yang menghampiri, rasanya mustahil untuk mencapai target-target kamu. Kamu merasa kamu tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan atau mencoba sesuatu yang kamu idam-idamkan. Tertekan oleh kenyataan bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Hingga suatu hari, kamu berfikir bahwa…

“Aku sepertinya tidak layak untuk memimpikan hal tersebut”

“Terlalu mustahil untuk menggapai hal itu”

“Dia saja yang sangat genius tidak mampu, apalah aku yang hanya butiran jasjus. Mustahil”

“Mimpiku terlalu besar, sedangkan kapasitas diriku sangat rendah”

“Bermimpi saja aku tidak mampu, apalagi untuk menggapainya”

“Bahkan aku tidak berani memipikan itu”

Apabila kamu sedang atau pernah berpikir semacam kata-kata diatas, maka kamu tidak sendirian. Ada begitu banyak orang yang takut bermipi besar. Entah karena memang pada dasarnya mereka tidak mau, atau sebenarnya ada keinginan tersirat dalam hati mereka untuk memimpikan demikian namun justru kandas oleh kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi.

Mimpi itu bukan sekedar angan-angan. Mimpi itu bukan sekedar apa yang kamu inginkan. Tapi lebih dari itu. Lewat mimpi, kamu akan punya target-target tertentu untuk menggapai mimpimu. Aku ingat betul salah satu pesan Almarhum guru IPS SMP ku ketika aku akan bertanding di olimpiade IPS tingkat kabupaten. Beliau bertanya, mimpi kamu apa mengikuti ini? Aku dengan polosnya mengatakan, tentu saja menjadi juara di tingkat kabupaten. Lalu beliau mengatakan, kalau begitu teruskan, tapaki langkah demi langkah tangga untuk mencapai mimpimu. Mulai dari seleksi di kecamatan, lalu ikut ke tahapan selanjutnya yakni ditingkat kabupaten. Semua ku lalui dengan perjuangan yang tidak mudah. Pagi hingga sore belajar seperti biasa di sekolah, malamnya belajar olimpiade. Hingga akhirnya aku mendapatkan apa yang aku impikan, yakni mendapat juara di kabupaten sehingga berhak mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Setelah mendapatkan juara, apakah aku berhenti bermimpi karena mimpiku menjadi juara di kabupaten sudah terealisasikan? Tentu jawabannya adalah tidak, mimpiku terus berlanjut. Tangga yang kutapaki semakin terjal. Namun aku percaya akan ada keindahan yang aku dapatkan setelah itu.

#Siapakah yang berhak bermimpi?

Tentu saja kita semua berhak punya mimpi. Mimpi untuk menjadi menteri, mimpi untuk menjadi presiden, mimpi untuk menjadi pembalap, mimpi untuk menjadi hafidz, mimpi untuk mendapatkan keluarga yang bahagia, dan mimpi-mimpi yang lain. Kita semua mempunyai hak dan tinggal bagaimana cara kita agar mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Pada dasarnya, mimpi kita itu tidak ada yang terlalu besar. Ketika kita benar-benar memimpikan sesuatu dengan serius maka secara tidak langsung mendorong diri kita untuk meningkatkan kualitas diri kita. Kita akan berusaha untuk memperbaiki diri, melakukan perencanaan pencapaian target agar suatu hari nanti mimpi kita terealisasikan.

Mungkin kita perlu untuk belajar dari kisah seorang penakluk Konstantinopel. Beliau adalah Muhammad Al- Fatih. Dalam usia 21 tahun, beliau mampu untuk menaklukkan jantung kota, yang bahkan saat itu menjadi jantung dunia. Apakah beliau ujuk-ujuk menaklukkan kota itu? Tentu saja jawabannya tidak. Al-Fatih sejak kecil sudah diracuni untuk menaklukkan kota itu. Dari kecil beliau ditanamkan bahwa suatu saat beliau pasti bisa menaklukkan kota Konstantinopel. Maka sejak itu, Al- Fatih kecil sudah punya mimpi untuk menaklukkan kota Konstantinopel. Mimpi terbesar beliau yakni menaklukkan kota yang menjadi jantung dunia. Mimpi yang sangat besar, ambisi yang serius serta perjuangan yang tak mudah dilewati. Setiap hari beliau latihan pedang, melakukan perencanaan dan strategi-strategi, meningkatkan keamanan, mengurus urusan negara, serta harus pandai-pandai membagi waktu dengan sanak saudara. Perjuangan beliau tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada air mata yang harus mengalir, ada waktu lebih untuk fokus menggapai mimpinya, ada energi yang dia keluarkan, serta mungkin ada seseorang yang dia korbankan.

Perjuangan menggapai mimpi adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang tidak sigkat. Perjalanan yang menerjang jalan terjal. Perjalanan liku namun penuh makna. Maka, jangan pernah takut bermimpi. Ketika kamu bermimpi, maka sebenarnya kamu sedang merencanakan perjalanan yang sangat panjang. Kamu butuh amunisi yang menjadi teman dalam perjalanan kamu. Pilihlah amunisi terbaik yang bermanfaat dalam perjalanan panjang kamu dalam menggapai mimpi. Untuk itu, rencanakanlah amunisi-amunisi terbaik yang ingin kamu bawa dan menjadi penyelamat ketika kamu lelah, mau menyerah, down, dan kondisi-kondisi yang mencerminkan keputus asaan.

Beberapa pilihan amunisi di bawah ini mungkin bisa menjadi referensimu.

#Doa

Aku memulai dari doa. Kenapa harus doa?

Jadi begini, ketika kamu merasa letih, impianmu tak kunjung tercapai, waktu sudah banyak kamu korbankan, materi tak terhitung lagi, kamu hampir mau menyerah maka saatnya kamu menadahkan tangan kamu ke langit dan seraya berdoa kepada Allah. Minta agar kamu dikuatkan lagi.

Pun ketika kamu memulai mimpi kamu, maka kamu harus yakin, tanamkan dalam jiwa kamu bahwa mimpi kamu pasti bisa digapai. Perbanyak doa agar mimpi kamu dikabulkan. Sebulan, satu tahun, dua tahun, lima tahun atau bahkan mungkin saja setelah sepuluh tahun lagi mimpi kamu akan dikabulkan. Kita tidak pernah tahu. Namun, yang mesti kamu harus tahu  bahwa Allah memiliki kekuasaan di seluruh muka bumi ini, bahkan seluruh alam ada ditangan Allah. Maka jika kamu yakin ada Allah, kamu tidak akan merasa bahwa mimpi kamu terlalu besar dan mustahil untuk digapai. Kebesaran Allah sama sekali tidak ada tandingannya dengan mimpi besar kamu. Maka ketika kamu meyakini ada Allah, semuanya akan terasa mudah. Setiap arang lintangan yang kamu hadapi adalah bagian dari proses dan Allah sangat menghargai proses itu jika benar niat yang kamu lakukan.

#Self-motivation

Motivasi-motivasi yang kamu dapatkan dari seminar, kuliah umum, workshop, talkshow dan lain-lainnya mungkin saja memiliki pengaruh dalam memotivasi dan menyemangati kamu lagi. Namun semua itu tak berarti apa-apa jika dalam diri kamu tidak ada motivasi yang kuat. Motivasi dari eksternal tidak akan bertahan lama. Jika kamu tidak memiliki self-motivation, sehari setelah kamu mengikuti seminar motivasi maka kamu akan kehilangan motivasi lagi, kehilangan semangat untuk bangkit lagi. Mungkin saja sebenarnya kamu bukannya kurang moivasi, bahkan sudah banyak kata-kata mutiara dan motivasi-motivasi yang kamu dapatkan dari luar, akan tetapi self-motivation kamu yang bermasalah.

Dalam sebuah pencarian di Google, self-motivation diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan, tanpa terpengaruhi oleh seseorang atau keadaan. Misalnya, kamu memiliki impian untuk memiliki berat badan ideal, maka kamu termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan melakukan olah raga pagi secara teratur. Jika kamu memiliki self-motivation untuk menggapai impianmu tersebut, maka kamu akan memilih untuk melakukan olah raga pagi dibandingkan tidur setelah Subuh meskipun cuaca di luar sedang dingin. Atau kamu juga akan mengesampingkan hal-hal yang tidak berkaitan untuk menggapai impianmu, misalnya kamu tidak akan rebahan sambil main gadget dijadwal olah ragamu.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa, seseorang yang memiliki self-motivation bisa menemukan sebuah alasan dan kekuatan untuk menggapai mimpinya meskipun dihadapi dengan tantangan yang tidak mudah tanpa menyerah dan tidak memerlukan seseorang untuk membangkitkan semangatnya tersebut.

Ini berarti bahwa orang-orang yang memilki self-motivation cenderung kuat ketika mereka dihadapkan pada suatu keadaan yang sulit. Bukan berarti bahwa orang-orang yang memiliki self-motivation tidak pernah kesulitan, sama sekali tidak. Mereka juga manusia, mereka akan merasa kesulitan ketika mereka berada dalam masalah yang belum bisa mereka pecahkan, namun kekuatan mereka adalah mereka mampu bertahan.

#Bertahan

Ini bukan tentang kamu yang sekarang lagi bertahan di zona nyaman ya dear. Sebaliknya, seberapa kuat kamu bertahan dalam kondisi yang menyulitkan dirimu, tak nyaman pastinya. Kesulitan yang kamu hadapi jangan dianggap sebagai suatu hambatan, tetapi pandanglah kesulitan itu sebagai sesuatu yang dapat membuat kualitas diri kamu meningkat. Seberapa mampukah kamu bertahan dalam kesulitan tersebut hingga kamu bisa melewatinya dengan sukses. Jika kamu menyerah maka artinya kamu gagal. Untuk meraih posisi sekarang, kamu harus mengulang dari awal. Jika ditengah jalan kamu menemukan kesulitan-kesulitan, percayalah setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Bahkan di dalam Al-Qur’an, Allah mendorong kita untuk bertahan di dalam kesulitan dan menjamin bahwa setelah ada kesulitan pasti akan datang yang namanya kemudahan. Allah tahu kondisi psikologis kita sebagai manusia yang gampang ragu, maka dari itu untuk meyakinkan kita, Allah bahkan memberikan janji akan datangnya kemudahan di dua ayat dalam satu surah. Ini adalah janji Allah, yang tidak ada kerugauan pada-Nya.

Terus gimana cara kita mengasah kemampuan bertahan kita?? Kita bisa belajar dari konsep ‘Grit’. Tapi, aku akan membahasnya secara terpisah karena konsep Grit ini lumayan kompleks. Aku juga sedang memperbanyak sumber agar bisa paham konsep ini. See you xoxo

Minggu, 20 Juni 2021

Sabar itu Gak Ada Batasnya!

Ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan, tidak mudah memang untuk menahan rasa untuk tidak kesal, kecewa bahkan marah. Butuh suatu energi ekstra untuk sampai ditahap.."oke gue gak papa, gue ikhlas." Dan disinilah berlaku konsep sabar. Sabar mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk diterapkan. Ketika lisan berkata sabar sementara hati memberontak maka batin akan lelah. Batin yang lelah akan memberikan efek negatif kepada seluruh tubuh dan segala aktvitas yang kita jalankan. Itulah kenapa konsep sabar itu ada di awal, karena kalau kita benar-benar sabar semenjak masalah itu muncul maka jiwa kita akan tenang dan enteng. Sekali lagi, sabar itu ada di awal, kalau sudah dipertengahan bukan sabar lagi namanya tapi sadar. Sadar kalau permasalahan itu tidak cukup penting untuk kita pikirkan, sadar kalau jiwa kita butuh ketenangan sehingga kita harus melepaskan semuanya dengan ikhlas. Sadar kalau kita terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak akan mengganggu siklus hidup kita. Sadar kalau selama ini, kita kurang sabar. Maka dari itu, konsep sabar ini menjadi penting dan harus terus kita latih. Dan sabar ini menjadi konsep yang unik, di mana tingkatan kesabaran kita tidak akan naik level jika tidak ada permasalahan yang terjadi. Bukankah sabar bersanding dengan masalah? Jika tidak ada masalah, hidup baik-baik saja, apa yang perlu disabarkan? Aneh kedengarannya ketika kita mengatakan sabar sedang kita dalam kondisi bahagia atau tidak ada permasalahan. Namun, pada kenyataannya hidup di dunia ini penuh dengan permasalahan sehingga mau gak mau, suka tidak suka, kita akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan kecil hingga besar. Nah, berlakulah konsep sabar ini. Jadi, konsep sabar akan selalu berlaku selama kita hidup karena selama hidup kita pasti akan dihadapkan pada permasalahan-permasalahan. Kalau mau tenang, tidak ada ujian lagi, tidak ada permasalahan lagi, maka silakan meninggalkan dunia.

Lalu, sebenarnya sabar ini ada batasnya gak sih?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita lihat salah satu keutamaan sabar di dalam QS. Al-Baqarah ayat 53: 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

 Dari ayat ini, kita dapat melihat betapa mulianya orang yang sabar. Dan di sini Allah memerintahkan kita, sebagai orang yang beriman untuk menjadikan sabar sebagai penolong kita. Artinya, iman kita dipertaruhkan lo. Seolah-olah Allah mengatakan "Jika memang benar kamu beriman, maka kalau ada ujian segeralah bersabar" dan betapa mulianya orang yang bersabar karena di akhir ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa sungguh Dia akan bersama, akan menolong orang-orang yang bersabar. Mudah bagi Allah mengatakan
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ tanpa kata إِنَّ, tapi Allah dalam kalam-Nya menyertakan kata إِنَّ untuk meyakinkan kita sebagai orang beriman bahwa Allah pasti dan benar-benar akan menolong orang yang sabar. 

Lebih lanjut, mari kita simak QS. Az-Zumar ayat 10:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya : 

Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

Di ayat tersebut Allah menjanjikan kesempurnaan pahala yang tanpa batas bagi orang-orang yang bersabar. Dan di awal ayatnya menyatakan bahwa Allah memanggil kita, memanggil hamba-Nya yang beriman. Lagi-lagi iman kita dipertaruhkan. Allah saja menyatakan bahwa pahala (kebaikan) dari kesabaran yang kita lakukan itu tanpa batas, maka adakah hal yang menyebabkan bahwa sabar itu ada batasnya? Jadi, bisa kita simpulkan bahwa sabar itu tidak ada batasnya, tidak ada akhirnya. Untuk itu kita dihadapkan oleh berbagai permasalahan dan ujian, semata-mata untuk menguji level kesabaran kita. Apakah sudah meningkat atau masih pada level itu-itu saja. والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Untuk menambah pengetahuan kita mengenai keutamaan sabar (menahan amarah) ini, mari kita simak suatu kisah antara Rasulullah SAW dengan sahabat beliau yang mulia yaitu Abu Bakar.

Suatu ketika Abu Bakar sedang dicela oleh seseorang (dihina), kemudian Rasulullah yang melihatnya hanya duduk dan tersenyum. Kemudian, Abu Bakar membantah bahwa apa yang dipersangkakan orang itu tidak benar, seketika Rasulullah berdiri pergi dan terlihat tidak senang. Melihat Rasulullah yang pergi, Abu Bakar menyusul dan bertanya kepada Rasulullah. 

"Wahai Rasulullah, kekasih Allah. Aku melihat kau duduk dan tersenyum ketika orang tersebut menghinaku, akan tetapi ketika aku mulai membalasnya, kau segera berdiri dan pergi"

Maka dengarkanlah jawaban Baginda

"Wahai Aba Bakr, ketahuilah sesungguhnya ada malaikat bersamamu yang akan membantahnya untukmu. Ketika kau mulai membantah sebagian perkataan (celaan)nya, setan datang. Aku tidak (akan pernah mau) duduk bersama setan.” 
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kesabaran dan kelapangan yang cukup atas setiap ujian dan permasalahan yang hadir di hidup kita.  آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ Arab-Latin: Qul yā 'ibādillażīna āmanuttaqụ rabbakum, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi'ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb Terjemah Arti: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Referensi: https://tafsirweb.com/8672-quran-surat-az-zumar-ayat-10.htm
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ Arab-Latin: Qul yā 'ibādillażīna āmanuttaqụ rabbakum, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi'ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb Terjemah Arti: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Referensi: https://tafsirweb.com/8672-quran-surat-az-zumar-ayat-10.

Kamis, 17 Juni 2021

Siapakah Perempuan Barokah itu?

Dalam hidup, kita dihadapkan oleh berbagai pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan tersebut akan menentukan jalan mana yang akan kita tempuh. Pilihan yang telah kita tetapkan akan mempengaruhi kehidupan kita ke depannya. Tak dipungkiri bahwa kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tak mudah. Pilihan itu terkadang datang di saat kita belum siap untuk memilih atau di saat kita belum cukup informasi untuk memutuskan sesuatu. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah kita harus memilih. Berat memang, namun itulah kenyataannya. Maka sangat penting untuk menentukan tujuan awal kita sehingga ketika kita dihadapkan pada sebuah kesempatan untuk memilih maka kita masih memiliki koridor yang jelas. Dalam hal pernikahan misalnya, kita tetapkan tujuan kita menikah. Kehidupan seperti apakah yang kita dambakan setelah menikah. Dengan menentukan tujuan yang jelas maka kita akan memiliki bencmark untuk menetukan pilihan-pilihan yang ada di depan mata. Maka, menentukan tujuan ini sangat penting.

Tujuan pernikahan bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang ingin menikah untuk mencapai hidup bahagia karena akan ada pendamping yang selalu menemani. Ada juga yang menikah dengan tujuan status, agar tidak dicap jomblo. Ada juga yang menikah dengan tujuan untuk memenuhi hasrat biologis. Semua tujuan itu tidak akan saya judge salah karena saya tidak cukup ilmu dan hak untuk mengatakan kalau itu keliru. Namun yang saya highlight adalah sebagai seorang Muslim, maka alangkah dangkalnya tujuan kita jika hanya itu saja. Kita hidup di bumi Allah, maka mengharapkan ridho Allah dalam pernikahan adalah sesuatu yang mutlak. Lalu, bagaimana kita tahu bahwa Allah telah meridhoi pernikahan kita? Saya tidak tahu jawaban yang pasti, sekali lagi karena kedangkalan ilmu yang saya miliki. Wallahu a'lam bissawab. Akan tetapi, dari buku-buku tentang pernikahan yang telah saya baca, pernikahan yang mendatangkan ridho Allah adalah pernikahan yang barokah. Barokah adalah ziadatul khair (bertambahnya kebaikan). Pernikahan yang barokah akan mendatangkan kebahagiaan dalam rumah tangga, kesejukan ketika memandang pasangan halal, kenyamanan batin ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Barokah tidak bisa diuukur. Hanya hati tiap pribadi dari kita yang bisa merasakan keberkahan-keberkahan yang ada. Oleh karena itu, sebagai Muslim kita disunnahkan untuk mendoakan pengantin baru dengan doa:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ

Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi).

Pernikahan yang barokah adalah dambaan setiap insan yang beriman. Keberkahan dari pernikahan yang barokah akan melahirkan kebahagiaan-kebahagiaan, rasa nyaman, kasih sayang bertambah yang singkatnya pernikahan yang barokah akan mendatangkan sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam kehidupan berumah tangga. Pernikahan yang barokah akan mendatangkan rizki yang barokah. Akan melahirkan generasi yang barokah, memberikan bobot untuk bumi dengan mengakkan kalimah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ. Semoga kita semua bisa mendapatkan pernikahan yang barokah, mendapatkan generasi yang memberikan bobot untuk bumi dengan menegakkan kalimah La ilaha illallah. Aamiin ya Rabbal a'lamin.

Untuk mendapatkan pernikahan yang barokah maka sangat terkait dengan proses sebelum menikah. Keberkahan yang kita dapatkan dalam pernikahan memang tidak serta merta dari awal pernikahan, bisa jadi kita akan merasakan keberkahannya setelah sekian lama hidup bersama dengan pasangan kita. Akan tetapi, dengan mengikhtiarkan dari awal sebelum menikah untuk mendapatkan pernikahan yang barokah, mudah-mudahan Allah memberikah keberkahan pada pernikahan kita sejak awal kita memutuskan untuk membangun rumah tangga. Maka, peroses sebelum menikah adalah proses yang akan menentukan barokah, kurang barokah, atau tidak ada barokah sama sekali dalam kehidupan rumah tangga kita. Salah satu langkah awal adalah dengan memilih pasangan atau calon pendamping kita. Bagi seorang Muslim, penting untuk memilih perempuan barokah agar mendatangkan kebarokahan dalam rumah tangga. Dan bagi seorang Muslimah, sangat penting bagi kita untuk menjadi perempuan yang barokah. 

Perempuan yang barokah itu seperti apa sih?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat sabda Lelaki terbaik yang cintanya tak pernah berakhir, yakni Baginda Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan dalam urusan perkawinannya serta baik akhlaknya sedangkan perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, sulit perkawinannya dan buruk akhlaknya.” (Mutafaqun alaih)

Selain itu, ummul Mukminin, istri tercinta Rasulullah SAW yakni ummuna A'isyah radiyallhu anha pernah mengungkapkan bahwasanya dari Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling mudah maharnya"

Dari dua hadist tersebut, saya ingin highlight terkait mahar. Mahar adalah sesuatu pemberian yang diberikan oleh pihak laki-laki untuk perempuan yang ingin dinikahinya. Mahar adalah suatu bentuk tanda cinta dari laki-laki tersebut kepada perempuan yang bersedia untuk menemaninya sepanjang hidup bahkan hingga kelak di akhirat. Maka, sepatutnya mahar adalah sesuatu yang sakral. Dan mahar adalah pemberian wajib dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, yang artinya jika tidak ada mahar maka pernikahan bisa menjadi tidak sah dan jika mereka melakukan hubungan suami istri akan tetap dianggap sebagai perbuatan zina. Mahar adalah hak perempuan sehingga yang berhak untuk menentukan besaran mahar yang diinginkan oleh perempuan yakni calon mempelai dari perempuan itu sendiri. Bukan dari pihak keluarga, teman atau siapa pun. 

Belakangan banyak terjadi kasus di mana mahar ditentukan atas tekanan dari pihak keluarga besar yang padahal mereka tidak punya hak untuk menentukan tersebut. Si perempuanlah yang berhak untuk menentukan besaran mahar yang diinginkannya. Meminta pendapat kepada pihak keluarga itu bagus, namun jangan sampai merasa terpaksa atau terbebani. Sebagai seorang perempuan yang mendambakan pernikahan yang barokah, maka memudahkan mahar kepada pihak laki-laki menjadi penting. Ini adalah salah satu jalan untuk memperoleh keberkahan dalam pernikahan kita. Pernikahan yang barokah akan mendatangkan rasa nyaman dan tentram, merasa lapang atas setiap ketentuan Allah, mendapatkan keturunan yang InsyaAllah barokah, memberi bobot untuk bumi dengan menegakkan kalimah La ilaha illallah. 

Seorang yang memudahkan maharnya akan mendatangkan cinta yang semakin bertambah dari pasangan halalnya. Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan laki-laki akan berpikir bahwa si perempuan telah ikhlas dan ridho hidup bersama dia. Dengan memudahkan mahar, maka ini sebagai bukti cinta dari seorang perempuan bahwa kehidupan yang ingin dijalani bukan karena harta, kedudukan ataupun keturunan. Selain itu, memudahkan mahar adalah sebagai bentuk syiar dalam menegakkan ajaran agama. Kenapa bisa begitu?

Begini, ketika seseorang atau masyarakat melihat suatu gelaran pernikahan yang mewah dan mahar yang mahal maka secara tidak sadar otak akan bereaksi kalau pernikahan itu sulit. Pernikahan bukan lagi menjadi proses yang sakral tetapi lebih kepada ingin mempertontonkan status sosial di masyarakat. Orang-orang akan berlomba-lomba untuk membuat hajatan yang seperti itu sehingga akan melenceng dari tujuan awal pernikahan. Acara pernikahan yang seharusnya merupakan bentuk rasa syukur menjadi acara tanding-tandingan yang dengan tujuan untuk memperlihatkan status sosial sehingga bukannya akan mendatangkan kebaikan malah mendatangkan kebiasaan buruk yang baru. Apabila kebiasaan tersebut diikuti oleh orang-orang atau masyarakat lain karena melihat konsep pernikahan kita, apakah kita tidak berdosa? Wallahu a'lam bissawab.

Balik lagi deh, dari lisan manusia termulia yang tak pernah sekalipun berdusta mengatakan bahwa “Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling mudah maharnya". Maka cukuplah itu sebagai jaminan bagi kita, terutama perempuan untuk tidak menyulitkan mahar bagi calon pendamping kita kelak jika kita ingin meraih pernikahan yang barokah. Wallahu a'lam bissawab.


Sumber bacaan: Kado Pernikahan untuk Istriku

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...