Minggu, 14 Oktober 2018

Sajak Kasih Untukmu

Tak banyak kata yang bisa kutulis saat ini
Tak banyak kata untuk bisa mengungkapkan perasaaan ini
Namun, begitu banyak rasa yang hadir di dalam jiwa ini
Rasa bahagia dan tak jarang rasa sedih silih berganti
Untukmu...Aku mencintaimu sejak kita pertama bertemu
Ah, mungkin kamu sudah lupa pertemuan pertama kita
Namun, aku layaknya wanita biasa yang mengingat pertemuan pertama kita
Mengesankan, satu kata itu yang terucap oleh bibirku
Kamu memang begitu mengesankan
Diluar dugaanku yang sempat bersu’udzon terhadapmu
Bodoh sekali aku tidak menyadari itu
Tetapi alangkah lebih bodohnya lagi aku
Ketika aku sampai saat ini mengharapkanmu sebagai pendampingku kelak
Memperindah hari-hariku
Maaf...
Walaupun aku tahu itu rasanya tak mungkin
Sebab itu, tak hentinya aku berdo’a kepada Ilahi
Agar kelak menyatukan kita dalam ikatan yang halal
Kau, begitu sempurna dimata banyak orang
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengagumimu
Mungkin kau tidak akan tahu
Namun suatu hari aku berharap kau tahu
Aku mencintaimu lebih dari kata-kata yang aku tulis saat ini
Lebih dari ituAku mencintaimu karena ketaatanmu kepada Allah
Aku mencintaimu karena komitmenmu menjaga prinsip
Aku mencintaimu karena kau layak untuk dicintai
Aku mencintaimu hingga detik ini

Sabtu, 29 September 2018

Jeritan anak Negeri

Belum kering air mata ini dari duka gempa KLU
Hari ini, gempa disertai tsunami melanda Palu
Dalam hitungan detik semua hancur, luluh, dan tak bersisa
Hanya tinggal luka yang menganga
Duka negeri ini seakan tak kunjung usai
Dari air yang membanjiri hingga tsunami 
Datang dan pergi silih berganti
Dari Nusa Tenggara hingga Donggala
Suara tangis anak negeri ini tak mereda
Ilahi, lapangkanlah dada kami
Beri kami kekuatan untuk melalui ini
Beri kami ketabahan untuk menghadapi ujian-Mu ini
Teruntuk saudaraku yang ada di pulau Sulawesi
Tetap tenang dan berserah diri
Tidaklah pelangi datang kecuali hujan telah usai
Maka bersabar adalah pilihan yang pasti
Barangkali, Allah ingin memudahkan jalan ke surga
Bukankah kalimat "selamat atas kesabaran kalian" yang pertama kali terdengar di pintu surga?
Jangan berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam
Karena ia akan membuat luka yang terpendam semakin dalam


Ruang Shidarta, 29 September 2018


Jumat, 31 Agustus 2018

:(

Rasanya seperti sia-sia saja
Aku yang berkelana mencari lorong pencerahan
Nyatanya semakin bingung
Semakin aku mendalami, menyusuri jalan setapak
Demi menempuh lorong itu
Aku justru semakin tersesat
Ku coba meraih apapun yang ada seperti orang panik yang meraih apapun yang bisa diraih
Namun toh sama saja, tidak ada yang berubah
Saat itu, aku bagaikan botol kosong melompong
Diisi dengan apapun mau saja
Bahkan aku kerap kali menganggap orang lain selalu bersalah
Hingga suatu hari aku tersadarkan oleh seseorang bahwa ini jalan yang salah
Ku coba meraba tangan yang pernah menjadi pasangan tanganku untuk saling menguatkan
Ketemu...
Seorang keluarga yang selalu menasehati
Layaknya sahabat tempat berbagi cerita, ilmu, dan pengalaman
Seseorang yang sudah mempunyai begitu banyak pengalaman dalam "kebingungan" ku ini
Ku mencoba untuk menggenggam tangannya agar tidak lepas
Ku mencoba untuk selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi dengannya
Karena kebingunganku ini sudah sangat meresahkan hidupku 

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...