Senin, 14 November 2016

Ujian atau Hukuman???

Ujian atau Hukuman???
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ
Saudaraku, sering terlintas pertanyaan di benak kita apakah musibah yang kita alami adalah sebuah ujian atau justru sebaliknya, yaitu sebuah hukuman.
Ketahuilah bahwasanya ujian dan hukuman itu adalah dua hal yang berbeda, dimana semestinya kita harus bisa membedakannya. Namun terkadang kita sulit untuk memaknai sebuah musibah yang kita alami apakah itu sebuah ujian atau mungkin itu adalah hukuman dari Allah swt.
Di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 165, Allah telah menjelaskan dengan jelas perbedaan antara ujian dan hukuman. Dalam ayat tersebut dikisahkan bahwa kekalahan umat Islam pada perang Uhud disebabkan kelalaian mereka.
أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada perang Badar), kamu berkata : ‘Darimana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah : ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri’. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa kekalahan umat Islam pada waktu perang Uhud dikarenakan ketidakpatuhan mereka terhadap pemimpin mereka yaitu Rasulullah saw, dimana waktu itu Rasul menyuruh mereka untuk tetap bertahan di atas gunung untuk berjaga-jaga. Namun mereka tidak mendengarkan perintah Rasul dan memilih turun dari gunung untuk mengambil harta rampasan perang. Oleh sebab itu, pasukan Islam yang tadinya sudah menang akhirnya diserang balik oleh pihak musuh sehingga umat Islam yang beribu-ribu jumlahnya kalah seketika.
Lalu mereka bertanya dari mana kekalahan ini, sesungguhnya kekalahan tersebut tidak lain karena kesalahan mereka sendiri. Jadi, dari cerita tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa sesungguhnya ujian itu terjadi apabila kita sudah berusaha bersungguh-sungguh namun hasilnya tidak sesuai harapan kita. Dikatakan hukuman apabila kita tertimpa musibah disebabkan oleh kesalahan kita sendiri entah itu dimasa lalu atau sesaat sebelum musibah itu datang.
Contohnya : Ketika kita berkendara sepeda motor dengan baik, mematuhi aturan keselamatan dan lalu lintas namun kita mengalami kecelakaan, itu dinamakan ujian. Sedangkan jika kita berkendara dengan ugal-ugalan tanpa menggunakan helm dan kemudian kita mengalami kecelakaan maka itu dinamakan hukuman karena itu terjadi disebabkan kelalaian kita.
Ketika kita mengalami musibah jangan langsung mengatakan itu adalah sebuah ujian karena bisa jadi itu sebuah hukuman karena kelalaian kita kepada Allah swt. Jika sudah tahu bahwa itu adalah murni kesalahan kita maka segeralah untuk bertaubat kepada Allah karena ampunan dan kasih sayang Allah lebih luas dari dosa yang kita perbuat. Jangan jadi orang yang mudah putus asa dikarenakan menganggap dirinya tidak terampuni. Namun jangan menjadi orang yang terlalu optimis juga karena meyakini Allah Maha Pengampun maka dengan seenaknya berbuat dosa dengan keyakinan bahwa setiap dosa yang dilakukan pasti diampuni. Jangan sekali-kali berpikiran demikian karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. So, segeralah bertaubat.

والله أعلمُ بالـصـواب

Jumat, 30 September 2016

Sabda Bunga

Wahai manusia
Jangan bunuh aku dengan tangan hinamu
Jangan petik aku dengan tangan kotormu
Aku pun ingin hidup sama sepertimu
Aku ingin menikmati indahnya dunia ini
Biarkan aku terlihat cantik walau hanya sehari
Agar kumbang tertarik mendekatiku

Ketika aku terlihat cantik
Kau memetikku dengan tanganmu
Kau selipkan aku ditelingamu
Kau mencium bahkan memeliharaku
Tapi, ketika aku terlihat layu
Kau mencampakkanku dengan begitu
Kau menginjakku dengan kaki kotormu
Dan akhirnya membuangku

Oh..manusia
Tidak adakah rasa kemanusiaanmu
Aku juga makhluk hidup
Aku butuh kasih sayang dan kedamaian
Jangan menyakitiku lagi
Biarkan aku hidup dengan umur seribu
Agar aku memiliki generasi sepuluh ribu
Pengganti ketika kau memetikku

Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...