Ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan, tidak mudah memang untuk menahan rasa untuk tidak kesal, kecewa bahkan marah. Butuh suatu energi ekstra untuk sampai ditahap.."oke gue gak papa, gue ikhlas." Dan disinilah berlaku konsep sabar. Sabar mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk diterapkan. Ketika lisan berkata sabar sementara hati memberontak maka batin akan lelah. Batin yang lelah akan memberikan efek negatif kepada seluruh tubuh dan segala aktvitas yang kita jalankan. Itulah kenapa konsep sabar itu ada di awal, karena kalau kita benar-benar sabar semenjak masalah itu muncul maka jiwa kita akan tenang dan enteng. Sekali lagi, sabar itu ada di awal, kalau sudah dipertengahan bukan sabar lagi namanya tapi sadar. Sadar kalau permasalahan itu tidak cukup penting untuk kita pikirkan, sadar kalau jiwa kita butuh ketenangan sehingga kita harus melepaskan semuanya dengan ikhlas. Sadar kalau kita terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak akan mengganggu siklus hidup kita. Sadar kalau selama ini, kita kurang sabar. Maka dari itu, konsep sabar ini menjadi penting dan harus terus kita latih. Dan sabar ini menjadi konsep yang unik, di mana tingkatan kesabaran kita tidak akan naik level jika tidak ada permasalahan yang terjadi. Bukankah sabar bersanding dengan masalah? Jika tidak ada masalah, hidup baik-baik saja, apa yang perlu disabarkan? Aneh kedengarannya ketika kita mengatakan sabar sedang kita dalam kondisi bahagia atau tidak ada permasalahan. Namun, pada kenyataannya hidup di dunia ini penuh dengan permasalahan sehingga mau gak mau, suka tidak suka, kita akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan kecil hingga besar. Nah, berlakulah konsep sabar ini. Jadi, konsep sabar akan selalu berlaku selama kita hidup karena selama hidup kita pasti akan dihadapkan pada permasalahan-permasalahan. Kalau mau tenang, tidak ada ujian lagi, tidak ada permasalahan lagi, maka silakan meninggalkan dunia.
Lalu, sebenarnya sabar ini ada batasnya gak sih?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita lihat salah satu keutamaan sabar di dalam QS. Al-Baqarah ayat 53:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Dari ayat ini, kita dapat melihat betapa mulianya orang yang sabar. Dan di sini Allah memerintahkan kita, sebagai orang yang beriman untuk menjadikan sabar sebagai penolong kita. Artinya, iman kita dipertaruhkan lo. Seolah-olah Allah mengatakan "Jika memang benar kamu beriman, maka kalau ada ujian segeralah bersabar" dan betapa mulianya orang yang bersabar karena di akhir ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa sungguh Dia akan bersama, akan menolong orang-orang yang bersabar. Mudah bagi Allah mengatakan
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ tanpa kata إِنَّ, tapi Allah dalam kalam-Nya menyertakan kata إِنَّ untuk meyakinkan kita sebagai orang beriman bahwa Allah pasti dan benar-benar akan menolong orang yang sabar.
Lebih lanjut, mari kita simak QS. Az-Zumar ayat 10:
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya :
Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
Di ayat tersebut Allah menjanjikan kesempurnaan pahala yang tanpa batas bagi orang-orang yang bersabar. Dan di awal ayatnya menyatakan bahwa Allah memanggil kita, memanggil hamba-Nya yang beriman. Lagi-lagi iman kita dipertaruhkan. Allah saja menyatakan bahwa pahala (kebaikan) dari kesabaran yang kita lakukan itu tanpa batas, maka adakah hal yang menyebabkan bahwa sabar itu ada batasnya? Jadi, bisa kita simpulkan bahwa sabar itu tidak ada batasnya, tidak ada akhirnya. Untuk itu kita dihadapkan oleh berbagai permasalahan dan ujian, semata-mata untuk menguji level kesabaran kita. Apakah sudah meningkat atau masih pada level itu-itu saja. والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
Untuk menambah pengetahuan kita mengenai keutamaan sabar (menahan amarah) ini, mari kita simak suatu kisah antara Rasulullah SAW dengan sahabat beliau yang mulia yaitu Abu Bakar.
Suatu ketika Abu Bakar sedang dicela oleh seseorang (dihina), kemudian Rasulullah yang melihatnya hanya duduk dan tersenyum. Kemudian, Abu Bakar membantah bahwa apa yang dipersangkakan orang itu tidak benar, seketika Rasulullah berdiri pergi dan terlihat tidak senang. Melihat Rasulullah yang pergi, Abu Bakar menyusul dan bertanya kepada Rasulullah.
"Wahai Rasulullah, kekasih Allah. Aku melihat kau duduk dan tersenyum ketika orang tersebut menghinaku, akan tetapi ketika aku mulai membalasnya, kau segera berdiri dan pergi"
Maka dengarkanlah jawaban Baginda
"Wahai Aba Bakr, ketahuilah sesungguhnya ada malaikat bersamamu yang akan
membantahnya untukmu. Ketika kau mulai membantah sebagian perkataan
(celaan)nya, setan datang. Aku tidak (akan pernah mau) duduk bersama
setan.”
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kesabaran dan kelapangan yang cukup atas setiap ujian dan permasalahan yang hadir di hidup kita. آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
Referensi: https://tafsirweb.com/8672-quran-surat-az-zumar-ayat-10.htm
Referensi: https://tafsirweb.com/8672-quran-surat-az-zumar-ayat-10.