Hari demi hari kuhabiskan di ladangmu
Menikmati manisnya buah-buahanmu
Meneguk segarnya air telagamu
atau sekedar bersandar di bawah pohon rindangmu
Damai...
Di ladang ini aku laksana tunas kecil
Hadir di antara ribuan pohon yang menjulang tinggi
Ladang telah menjadi oase di tengah gurun tandus yang tak berpenghuni
Hadir dan menghidupi tunas kecil yang lemah, goyah seperti diri ini
Duhai pemilik ladang
Tetesan embun yang kunikmati dibalik dedaunanmu
telah menghilangkan dahagaku
Cahaya lembut yang terpancar di wajah teduhmu
telah melenyapkan gelisahku
Lapis-lapis keberkahan mengiringi langkahku
dalam menyusuri ladangmu
Semakin dalam semakin tenggelam dalam kenikmatan indahnya ladang ini
Bolehkah aku menikmatinya lebih lama lagi?
Duhai pemilik ladang
Kasihmu telah menuntunku dalam memahami sibgah-Nya
Dalam kebimbangan apa yang ingin kutuju
Kau ibarat nahkoda yang siap mengarahkanku
Bait-bait doa yang kau panjatkan kepada Rabbmu
telah menjadi magnet penyemangat isi ladangmu
Terimakasih telah mengizinkanku hadir di ladangmu
Menikmati eloknya ladang ini
Sekali lagi, bolehkah aku menikmatinya lebih lama lagi?
Asrama Rumah Qur'an Nahdatul Wathan Lombok