Kamis, 07 Januari 2021

Sang Pemilik Ladang

 Hari demi hari kuhabiskan di ladangmu

Menikmati manisnya buah-buahanmu

Meneguk segarnya air telagamu

atau sekedar bersandar di bawah pohon rindangmu

Damai...


Di ladang ini aku laksana tunas kecil

Hadir di antara ribuan pohon yang menjulang tinggi

Ladang telah menjadi oase di tengah gurun tandus yang tak berpenghuni

Hadir dan menghidupi tunas kecil yang lemah, goyah seperti diri ini


Duhai pemilik ladang

Tetesan embun yang kunikmati dibalik dedaunanmu

telah menghilangkan dahagaku

Cahaya lembut yang terpancar di wajah teduhmu

telah melenyapkan gelisahku

Lapis-lapis keberkahan mengiringi langkahku

dalam menyusuri ladangmu

Semakin dalam semakin tenggelam dalam kenikmatan indahnya ladang ini

Bolehkah aku menikmatinya lebih lama lagi?


Duhai pemilik ladang 

Kasihmu telah menuntunku dalam memahami sibgah-Nya

Dalam kebimbangan apa yang ingin kutuju

Kau ibarat nahkoda yang siap mengarahkanku

Bait-bait doa yang kau panjatkan kepada Rabbmu

telah menjadi magnet penyemangat isi ladangmu

Terimakasih telah mengizinkanku hadir di ladangmu

Menikmati eloknya ladang ini

Sekali lagi, bolehkah aku menikmatinya lebih lama lagi?


Asrama Rumah Qur'an Nahdatul Wathan Lombok


Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...