Sabtu, 29 September 2018

Jeritan anak Negeri

Belum kering air mata ini dari duka gempa KLU
Hari ini, gempa disertai tsunami melanda Palu
Dalam hitungan detik semua hancur, luluh, dan tak bersisa
Hanya tinggal luka yang menganga
Duka negeri ini seakan tak kunjung usai
Dari air yang membanjiri hingga tsunami 
Datang dan pergi silih berganti
Dari Nusa Tenggara hingga Donggala
Suara tangis anak negeri ini tak mereda
Ilahi, lapangkanlah dada kami
Beri kami kekuatan untuk melalui ini
Beri kami ketabahan untuk menghadapi ujian-Mu ini
Teruntuk saudaraku yang ada di pulau Sulawesi
Tetap tenang dan berserah diri
Tidaklah pelangi datang kecuali hujan telah usai
Maka bersabar adalah pilihan yang pasti
Barangkali, Allah ingin memudahkan jalan ke surga
Bukankah kalimat "selamat atas kesabaran kalian" yang pertama kali terdengar di pintu surga?
Jangan berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam
Karena ia akan membuat luka yang terpendam semakin dalam


Ruang Shidarta, 29 September 2018


Lelaki Terpuji

Malam panjang   dihiasi purnama sempurna Malam dikala api majusi padam seketika Sungguh, malam itu adalah malam menyejarah yang tak pern...